Kota Malang, Tagarjatim.id – Lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) identik dengan profesi pendidik di ruang kelas. Namun stigma tersebut berhasil dipatahkan Ahmad Zahidin Al Faruq, wisudawan terbaik Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) yang memilih membangun jalan sebagai seorang edupreneur muda melalui startup game edukasi.

Pemuda kelahiran 2004 itu berhasil menyelesaikan studinya dengan IPK hampir sempurna, yakni 3,97. Di tengah banyak lulusan baru yang mulai mencari pekerjaan, Faruq justru fokus mengembangkan startup edutech yang dirintisnya sejak masih duduk di bangku kuliah.

Ketertarikannya membangun bisnis pendidikan bermula saat mengikuti mata kuliah Pengembangan Media pada semester tiga. Berangkat dari hobinya bermain game sejak kecil, Faruq melihat peluang bagaimana materi pelajaran sekolah dasar dapat dikemas lebih menarik melalui media permainan interaktif.

“Waktu itu saya berpikir, kenapa pelajaran tidak dibuat seperti game petualangan yang menyenangkan untuk anak-anak,” ujar Faruq.

Dari ide tersebut lahirlah RPG Caria Quest, sebuah game edukasi berbasis Role Playing Game (RPG) yang memuat materi Matematika, IPA, Bahasa Jawa hingga Bahasa Jepang untuk siswa sekolah dasar.

Untuk mengembangkan produknya, Faruq tak bekerja sendiri. Ia menggandeng mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi guna mempelajari pemrograman dan pengembangan aplikasi. Ia juga aktif berkonsultasi dengan dosen bidang e-business agar startup yang dibangun tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga memiliki nilai bisnis.

Kesibukan membangun startup ternyata tidak mengganggu prestasi akademiknya. Faruq mengaku menerapkan manajemen waktu ketat agar tetap produktif di dunia kuliah maupun bisnis.

“Saya lebih memilih kerja pintar daripada kerja keras. Jadi yang utama adalah efektivitas waktu,” katanya.

Kedisiplinan itu membuatnya mampu menjaga nilai akademik sekaligus membawa startup miliknya menembus berbagai ajang nasional. Bersama timnya, Faruq berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbudristek tahun 2023.

Perjalanan startup tersebut berlanjut pada ajang Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka (AWMM) 2024 di Universitas Brawijaya. Dalam kompetisi itu, tim Faruq berhasil masuk jajaran top 30 pitching di hadapan para angel investor nasional serta meraih penghargaan Best Video Demo Day.

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., mengapresiasi capaian mahasiswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Faruq menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mendorong lahirnya inovator muda dan pelaku usaha baru berbasis pendidikan.

“Kami ingin mahasiswa mampu mengembangkan potensi dan inovasi lintas disiplin yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Bagi Faruq, startup yang dibangun bukan sekadar proyek kuliah, melainkan menjadi langkah awal menciptakan kemandirian ekonomi setelah lulus.

“Target kami startup ini bisa menjadi sumber pekerjaan dan penghasilan sendiri setelah kuliah selesai,” tuturnya optimistis.

Kisah Faruq menjadi gambaran bahwa dunia pendidikan kini tidak hanya melahirkan tenaga pendidik, tetapi juga generasi muda kreatif yang mampu menggabungkan ilmu pendidikan dengan inovasi bisnis digital.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33