Kota Kediri, Tagarjatim.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pendataan ini mencakup seluruh aktivitas usaha, mulai dari sektor digital hingga ekonomi lingkungan.
Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menjelaskan, sensus ini merupakan pendataan menyeluruh terhadap berbagai kegiatan ekonomi, sekaligus untuk memotret struktur ekonomi berdasarkan wilayah, skala, hingga karakteristik usaha.
“Pelaksanaan SE 2026 bertujuan untuk menyediakan data dasar seluruh unit ekonomi sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah dan perencanaan pembangunan. Data ini memiliki manfaat luas baik untuk pemerintah, pelaku usaha, akademisi, peneliti dan masyarakat,” terangnya, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, berbeda dari sensus sebelumnya, SE2026 mencakup seluruh sektor ekonomi termasuk pertanian, kehutanan, perikanan, hingga usaha kecil, musiman, dan berbasis daring yang dijalankan dari rumah.
Dalam pelaksanaannya, pengisian data dilakukan secara mandiri melalui sistem daring. Sementara perusahaan besar akan mendapatkan undangan resmi dan pendampingan dari petugas BPS.
“Petugas akan menyesuaikan waktu kunjungan dengan jam operasional usaha. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan informasi dasar seperti identitas usaha termasuk NIB (jika ada), jumlah tenaga kerja, serta gambaran umum pendapatan dan pengeluaran,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi penipuan dengan memastikan identitas petugas yang datang.
“Pendataan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika ada yang meminta uang, itu dipastikan bukan petugas BPS. Data yang Anda berikan hari ini adalah dasar kebijakan yang akan membentuk masa depan ekonomi Kota Kediri,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026 sebagai upaya memetakan kondisi ekonomi secara akurat dan menyeluruh.
“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026, bersama kita perkuat perekonomian dan wujudkan Indonesia yang tangguh,” ujarnya. (*)



























