Ngawi, Tagarjatim.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mempunyai peran strategis untuk mendorong perekonomian desa. Dalam praktiknya, tidak sedikit BUMDes yang mengalami kerugian bahkan hingga bangkrut. Seperti yang terjadi di BUMDes Gunung Harta, badan usaha milik pemerintahan desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Sabtu (25/4/2026).

Karena Usaha Ternak Sapi semakin carut marut dan merugi, seluruh pengurus BUMDes Gunung Harta yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketua BUMDes Gunung Harta, Dasuki mengaku, Anggaran dari Dana Desa (DD) tahun 2025 untuk usaha ternak sapi indukan sebesar Rp. 225 juta. Namun, yang ditransfer oleh pemerintah Desa Gunungsari ke rekening BUMDes hanya Rp. 18 juta, sisa uangnya di kelola oleh pemerintah desa Gunungsari.

Untuk pembelian 9 ekor sapi indukan senilai Rp. 171 juta, yang dipukul rata per ekornya 19 juta, sewa kandang, pembelian pakan, obat-obatan dan vitamin, keuangannya dikelola oleh pemerintah Desa.

Pembelian sapi indukan dilakukan pada awal Oktober 2025, setelah dipelihara selama 3 bulan, kemudian sapi dijual ke blantik pada awal Januari 2026 dengan harga murah hanya Rp. 153 juta untuk 9 ekor sapi akibat dampak penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK), uang hasil penjualan sapi itu lalu disetorkan ke Bank Jatim.

“Karena usaha sapi indukan merugi puluhan juta dan tidak mendapatkan gaji, dirinya bersama pengurus BUMDes Gunung Harta lalu mengundurkan diri dari jabatannya,” ungkap Dasuki.

Warga desa Gunungsari yang tidak mau disebutkan namanya, menilai ada kejanggalan saat pembelian sapi indukan karena dinilai mahal. Seharusnya harga sapi dibeli seharga Rp. 17 juta per ekornya, apalagi sapi yang dibeli dipukul rata seharga Rp. 19 juta per ekornya. Padahal pembelian sapi seharusnya dilihat dari besar dan berat bobotnya sapi tersebut.

“Dengan adanya kejanggalan dari pembelian sapi indukan dan usaha ternak BUMDes yang merugi, ia meminta pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Inspektorat kabupaten Ngawi untuk segera turun mengusut kasus tersebut,” tutur warga.

Sementara, Minto, kepala desa Gunungsari, enggan memberikan konfirmasi terkait pengunduran seluruh BUMDes Gunung harta dan carut marutnya usaha sapi indukan BUMDes Gunung Harta, badan usaha milik desanya itu.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33