Kabupaten Kediri, Tagarjatim.id – Edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga di Kabupaten Kediri turut menyoroti penggunaan layanan keuangan digital, seperti pinjaman online (pinjol) dan fitur paylater, yang kian marak di masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Gedung Bhagawan Tabari, Jalan Pamenang No.1, Katang, Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (19/4/2026) ini membahas pentingnya literasi keuangan sebagai bekal menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Golkar, Anang Prakasa Mardjito, menekankan bahwa perencanaan keuangan rumah tangga perlu dipahami sejak dini karena menjadi dasar dari pengelolaan ekonomi keluarga.
“Rumah tangga itu menjadi titik awal. Dari sana orang tua bisa mengedukasi anak-anaknya agar memahami nilai uang dan mampu mengatur keuangan secara bijaksana,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman digital yang mudah diakses.
“Banyak masyarakat terjebak pinjaman online karena kemudahannya. Termasuk juga penggunaan paylater yang kadang tidak disadari, lalu lupa dibayar karena nominalnya kecil,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut dapat berdampak pada catatan kredit seseorang.
“Jika tidak dikelola dengan baik, catatan kredit bisa terganggu dan menyulitkan saat membutuhkan pembiayaan yang lebih penting, misalnya untuk usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kurangnya pemahaman terhadap ketentuan pinjaman juga menjadi salah satu penyebab masalah.
“Sering kali masyarakat tidak memahami detail ketentuan, termasuk bunga setelah masa tertentu. Ini yang akhirnya bisa memberatkan,” ujarnya.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya prinsip dasar dalam mengelola keuangan.
“Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Prinsip ini sederhana, tapi masih sangat relevan sampai sekarang,” tegasnya.
Ketua Yayasan Muda Jenitra Bakti (MJB), Dian Rifki Rahmadhana, menilai literasi keuangan penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
“Literasi keuangan ini sangat penting, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menurun. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa lebih siap mengatur keuangan,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa program perbankan dapat dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat.
“BRI memberikan solusi melalui program-program yang ada, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu permodalan UMKM. Masih ada berbagai program lain yang bisa dimanfaatkan,” lanjutnya.
Dian turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada BRI yang telah berkolaborasi dengan Yayasan MJB dalam memberikan literasi keuangan bagi keluarga di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami dasar pengelolaan keuangan dan lebih bijak dalam menggunakan layanan keuangan, baik konvensional maupun digital. (*)

























