Sidoarjo, tagarjatim.id – Jenazah Mayor Laut (P) Purn Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dimakamkan di Komplek Pemakaman Warga TNI Angkatan Laut (AL) Wilayah Timur, Desa Gisik Cemandi, Sedati, Sidoarjo. Prosesi pemakaman berlangsung dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa almarhum selama masa dinasnya.

Upacara pelepasan jenazah dipimpin oleh Letkol Laut (P) Hadi Priyono selaku inspektur upacara. Sejumlah rekan sejawat, kerabat, serta keluarga besar TNI AL memenuhi area pemakaman untuk mengantarkan mantan perwira Puspenerbal tersebut ke peristirahatan terakhir.

“Marilah kita hantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya melalui upacara militer ini,” ujar Hadi saat memimpin prosesi di Sidoarjo, Sabtu (18/04/2026).

Suasana haru menyelimuti lokasi saat jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Istri almarhum, Rena Purnama Dewi, beserta anak-anaknya tampak mendampingi prosesi tersebut hingga tuntas, termasuk saat putra sulung almarhum mengumandangkan adzan di depan pusara.

Almarhum Marindra Wibowo merupakan lulusan militer kelahiran Tuban, 20 Maret 1982, yang memiliki rekam jejak panjang di dunia penerbangan TNI AL. Sebelum purna tugas dan berkarier di sektor sipil, jabatan terakhirnya adalah Wadron 200 Wing Udara 1 Puspenerbal.

“Selama 25 tahun saya mengenal beliau, almarhum adalah sosok yang tidak pernah menolak tugas dan selalu total. Konsentrasinya sangat tinggi saat sedang bekerja,” kata Royani, rekan kerja sesama pilot yang hadir di rumah duka.

Selain dedikasi dalam tugas, Marindra tercatat menerima sejumlah penghargaan negara selama masa aktifnya. Tanda kehormatan tersebut meliputi Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Dharma Nusa, serta Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia.

Royani menambahkan bahwa di luar urusan pekerjaan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang hangat dan mudah bergaul dengan siapa saja di lingkungan kerjanya.

“Orangnya sangat supel dan baik kepada siapa saja, itu yang membuat kami merasa sangat kehilangan,” lanjut Royani.

Kecelakaan yang menimpa Marindra terjadi pada Kamis (16/4/2026) di wilayah Kabupaten Sekadau. Helikopter PK-CFX yang ia kemudikan sedang menempuh rute dari helipad PT Cipta Mahkota menuju helipad PT Graha Agro Nusantara 1 saat insiden berlangsung.

Pesawat tersebut membawa total delapan orang, yang terdiri dari Marindra sebagai pilot, satu teknisi bernama Harun Arasyid, serta enam orang penumpang. Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan teknis untuk memastikan penyebab jatuhnya helikopter tersebut.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08