Sidoarjo, tagarjatim.id – Atap ruang kelas 5 SDN 1 Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, ambruk saat hujan deras pada Selasa pagi, beberapa waktu lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena siswa berada di luar kelas sebelum kegiatan belajar dimulai.

Kepala SDN 1 Sidokepung Sri Wahyuni mengatakan, ambruknya atap diduga karena kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk dimakan usia. Kejadian berlangsung sebelum jam pelajaran dimulai sehingga seluruh siswa selamat.

“Kejadiannya Selasa pagi. Siswa sedang berada di luar kelas, jadi tidak ada korban jiwa,” ujar Sri, Sabtu (18/04/2026).

Pasca-kejadian, pihak sekolah memindahkan sementara kegiatan belajar mengajar ke ruang perpustakaan. Langkah ini diambil agar proses pembelajaran tetap berjalan meski fasilitas terbatas.

“Saat ini kegiatan belajar mengajar kami pindahkan sementara ke ruang perpustakaan,” katanya.

SDN 1 Sidokepung saat ini menampung 340 siswa yang terbagi dalam 13 rombongan belajar. Namun, sekolah hanya memiliki 11 ruang kelas sehingga harus melakukan penyesuaian ruang belajar.

Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah mengusulkan penambahan dua ruang kelas baru. Usulan itu disampaikan agar kegiatan belajar lebih optimal dan tidak bergantian.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi meninjau langsung kondisi sekolah pada Sabtu (18/4/2026). Ia menyebut ruang belajar di sekolah tersebut memang sudah tidak memadai, baik dari sisi fasilitas maupun bangunan.

“Kondisi ruang belajar memang sudah tidak memadai, atapnya rusak berat,” kata Subandi.

Pemkab Sidoarjo menyiapkan langkah perbaikan cepat menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk memperbaiki bagian atap dan plafon yang rusak.

“Jika ingin solusi cepat, sementara bisa pakai dana BTT untuk pembenahan atap dan plafon,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab juga mempertimbangkan pembangunan gedung dua lantai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan ruang kelas.

“Untuk jangka panjang, saya sarankan perencanaan gedung dua lantai mulai akhir 2026, agar 2027 bisa terealisasi,” ucap Subandi.

Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Tirto Adi menambahkan, keterbatasan ruang kelas di sekolah tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, alokasi anggaran khusus pada 2026 belum tersedia karena efisiensi.

“Untuk tahun 2026 ini memang belum ada alokasi khusus karena efisiensi anggaran, namun kami tetap mengupayakan solusi sesuai arahan Bupati,” kata Tirto.

Ia menyebut Pemkab Sidoarjo saat ini mengerjakan perbaikan infrastruktur pendidikan di 54 titik dengan total anggaran sekitar Rp 47 miliar.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08