Kota Malang, Tagarjatim.id – Keluarga Korban Kanjuruhan (KKJ) bersama Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) menyampaikan penolakan terhadap rencana pertandingan derby antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 28 April 2026.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung dalam audiensi dengan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana di Mapolresta Malang Kota, sebagai tindak lanjut aksi damai yang sebelumnya digelar di Gedung DPRD Kota Malang.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan keluarga korban menyerahkan surat pernyataan sikap yang berisi penolakan penggunaan Stadion Kanjuruhan sebagai lokasi pertandingan. Mereka menilai stadion tersebut masih menyisakan trauma mendalam pascatragedi yang menelan banyak korban jiwa.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan pihaknya membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk terkait rencana pertandingan tersebut.

“Kedatangan Keluarga Korban Kanjuruhan saat ini menjadi hal yang istimewa, terlebih menjelang pertandingan Arema FC melawan Persebaya. Kami menerima dan menampung aspirasi yang disampaikan, baik dari keluarga korban, suporter, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun jajaran Forkopimda,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun lokasi stadion berada di wilayah Kabupaten Malang, kepolisian tetap memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Malang Raya.

“Tugas kami adalah menjamin keamanan masyarakat Malang Raya dan kami juga menjunjung tinggi nilai demokrasi,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan, KKJ dan YKTK menolak penggunaan Stadion Kanjuruhan sebagai lokasi pertandingan karena dinilai masih menjadi simbol duka. Selain itu, mereka juga menyoroti aspek kesiapan pengamanan serta meminta agar pertandingan dipindahkan ke lokasi lain yang dianggap lebih aman.

Aktivis pendamping KKJ, M Rafi Azzamy, mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan, khususnya terkait keselamatan masyarakat.

“Garis besar agenda kami adalah rencana pertandingan Arema FC vs Persebaya dibatalkan atau dipindahkan dari Stadion Kanjuruhan. Kami mendatangi pihak-pihak terkait perizinan, termasuk kepolisian, sebagai bentuk partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas pemangku kepentingan sebelum pelaksanaan pertandingan, mengingat dampaknya terhadap keamanan dan kondisi psikologis masyarakat.

Audiensi tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak terkait dalam mengambil keputusan yang lebih bijak, dengan mengutamakan aspek kemanusiaan serta keselamatan publik.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08