Sidoarjo, Tagarjatim.id – Pengelola Terminal Purabaya mulai memetakan kesiapan armada dan prediksi lonjakan penumpang menjelang masa mudik Lebaran 2026. Kenaikan volume penumpang mulai terlihat sejak akhir pekan lalu, dengan tren pergerakan yang terus meningkat baik untuk rute antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP).
Pelaksana Tugas (Plt) Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya, Verie Sugiharto mencatat pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 30 persen pada Sabtu (14/03) lalu, jika dibandingkan dengan hari biasa. Tercatat, sebanyak 45.000 orang melintas di terminal, meningkat dari rata-rata harian yang biasanya berada di angka 33.000 penumpang.
“Dari hari Jumat tanggal 12, 13, dan 14 kemarin ada peningkatan sekitar 30 persen dari hari biasa. Biasanya 33.000 penumpang, kemarin mencapai 45.000 orang untuk arus datang dan berangkat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, penyedia jasa transportasi telah menambah armadanya sebesar 10 persen, atau mencapai total 1.100 armada yang sudah disiapkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang dengan berbagai tujuan.
“Untuk armada ada kenaikan 10 persen dari hari biasa, jadi ada 1.100 armada bus yang melayani sejak tanggal 14 kemarin,” lanjutnya.
Manajemen terminal memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 17 dan 20 Maret 2026 mendatang Pada periode tersebut, volume penumpang diperkirakan meningkat hingga 75 persen atau menyentuh angka 68.000 orang per hari.
“Puncaknya diperkirakan tanggal 17 dan 20. Angkanya mungkin bisa di kisaran 60.000 sampai 68.000 penumpang menurut prediksi kami, atau naik hampir 75 persen dari hari biasa,” jelasnya.
Guna menjamin keamanan operasional, petugas gabungan telah melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap bus-bus reguler dan bus pariwisata di wilayah Sidoarjo. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh armada tambahan yang dikerahkan oleh perusahaan otobus (PO) dalam kondisi layak jalan.
“Kita sudah koordinasi dan melakukan ramp check pada bus-bus pariwisata di wilayah Sidoarjo. Kami minta PO agar nantinya jika terminal butuh armada tambahan, mereka siap mengirimkan busnya,” tuturnya.
Sejauh ini, rute menuju Trenggalek, Malang, dan Madura masih menjadi tujuan favorit untuk jalur AKDP. Sementara itu, untuk jalur AKAP, pergerakan penumpang didominasi oleh tujuan Jakarta dan Semarang.
Pengelola terminal juga menyiapkan 100 hingga 200 bus cadangan per hari untuk mengantisipasi penumpukan penumpang pada rute jarak pendek seperti Tulungagung dan Jombang.
“Tujuan paling banyak Trenggalek, Malang, Madura. Kalau luar provinsi itu Jakarta dan Semarang. Kami siapkan tambahan 100 sampai 200 armada per hari jika dibutuhkan,” pungkas Verie Sugiharto.(*)























