Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Rabu (4/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia itu mengevaluasi langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dinilai masih perlu penyempurnaan di sejumlah fasilitas.

Kunjungan ini merupakan rangkaian pemantauan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Sebelumnya, Trenggono telah meninjau proyek serupa di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebelum melanjutkan ke Jawa Timur dan wilayah lainnya.

“Ini bagian dari kunjungan saya untuk melihat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita ingin memastikan yang dibangun sesuai standar dan kualitas supaya benar-benar bisa bermanfaat bagi nelayan,” ujar Trenggono.

Dalam evaluasi lapangan, ia menemukan sejumlah catatan, di antaranya persoalan air bersih yang masih payau serta sedimentasi di area tambatan perahu. Selain itu, fasilitas SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) juga belum terpasang.

“Memang ini belum selesai 100 persen. Sudah bisa beroperasi, pabrik airnya sudah produksi, cold storage sudah difungsikan. Tapi ada beberapa yang harus segera dikoreksi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyampaikan bahwa berdasarkan kontrak tahun 2025, progres pembangunan fisik KNMP sebenarnya telah mencapai 100 persen.

“Secara kontrak tahun 2025 kemarin progresnya sudah 100 persen. Semua sudah terbangun dengan baik, walaupun tadi ada beberapa hasil evaluasi Pak Menteri yang perlu disempurnakan,” jelas Victor.

Ia menambahkan, pada 2026 telah diusulkan pembangunan lanjutan, salah satunya SPBUN yang direncanakan berada di sisi area pelabuhan. Selain itu, sedimentasi yang cukup besar akan dilakukan pengerukan serta penguatan dinding (revetment) agar jalur keluar-masuk kapal lebih lebar dan aman.

“Harapannya nanti semua kapal bisa masuk ke muara ini dan tidak lagi bersandar di pasir, tetapi langsung di air. Itu akan membuat umur kapal lebih panjang karena risiko kerusakan lebih kecil,” ujarnya.

Persoalan air payau juga akan diatasi melalui pengeboran sumber air tawar tahun ini untuk kebutuhan pabrik es. Saat ini, pabrik es telah terbangun dengan kapasitas sekitar 2 ton per siklus.

“Memang belum bisa mencukupi 100 persen kebutuhan, apalagi saat musim ikan. Tapi minimal saat tidak musim, kebutuhan es bisa dipenuhi dari sini,” tambahnya.

Victor juga menyebutkan usulan pembangunan akses jalan yang telah disampaikan kepada Bupati Malang Sanusi dan diharapkan dapat segera terealisasi melalui dukungan dinas terkait.

Menurut dia, pembangunan KNMP menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nelayan di wilayah tersebut. Ia mencatat, jumlah kapal nelayan di Pujiharjo meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Tahun 2017 kapal di sini sekitar 30 unit. Sekarang sudah 300 unit. Artinya naik 10 kali lipat,” ungkapnya.

Pujiharjo juga dikenal sebagai sentra pendaratan ikan layur, komoditas ekspor bernilai tinggi. Pada 2025, ikan layur yang didaratkan di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.000 ton dengan kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.

“Ini salah satu ikan ekonomis penting. Karena potensi dan pertumbuhan nelayannya bagus, maka kawasan ini dinilai layak menjadi Kampung Nelayan Merah Putih,” pungkasnya.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33