Kota Batu, tagarjatim.id – Satreskrim Polres Batu terus bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang lansia bernama Sunah (70), warga Dusun Pujon Kidul, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 14 orang saksi yang terdiri dari keluarga, kerabat, hingga tetangga korban.

Sejumlah barang bukti penting juga telah diamankan setelah dua kali olah tempat kejadian perkara (TKP). Seluruh barang bukti tersebut kini sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan petunjuk lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk mengurai kasus ini. Menurutnya, pemeriksaan terhadap saksi-saksi dilakukan secara intensif agar mendapatkan gambaran jelas terkait dugaan kuat pelaku pembunuhan.

“Kami sudah memeriksa sebanyak 14 saksi, mulai dari keluarga, kerabat, hingga tetangga korban,” ungkapnya saat ditemui pada Sabtu (23/8/2025).

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa barang bukti yang diamankan akan menjadi kunci penting dalam penyelidikan. Hasil pemeriksaan dari Labfor diyakini bisa memperkuat petunjuk yang telah dikumpulkan di lapangan.

“Selain itu, tim kami juga masih menunggu hasil dari Labfor atas sejumlah barang bukti yang sudah diamankan. Pemeriksaan forensik ini penting untuk memperkuat petunjuk,” jelas Joko.

Dari rangkaian tahapan penyidikan yang telah dilakukan, Satreskrim Polres Batu mengaku sudah mengerucut pada tiga orang yang dicurigai sebagai terduga pelaku. Meski begitu, pihaknya belum bersedia membuka identitas mereka karena masih dalam proses penyidikan.

“Dari proses penyelidikan yang sudah dilakukan, kami sudah mengerucut pada tiga orang yang kami curigai. Namun, identitas mereka belum bisa kami sebutkan demi kepentingan penyidikan,” tegasnya.

Kasus ini sebelumnya sempat menggemparkan warga Pujon Kidul pada Jumat (15/8/2025) malam. Sunah ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya penuh luka, terdapat bekas cekikan di leher, serta lebam di mata dan dada.

Kecurigaan warga bermula ketika korban tidak terlihat keluar rumah seperti biasanya. Seusai salat Isya, seorang tetangga mencoba memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban. Kecurigaan pun memuncak hingga warga akhirnya mendobrak masuk dan mendapati korban sudah terbujur kaku bersimbah darah.

Hingga kini, polisi masih terus mendalami motif pembunuhan tersebut sambil menunggu hasil resmi Labfor untuk memperkuat bukti yang telah dikantongi.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H