Jember, tagarjatim.id – PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengakui distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah Kabupaten Jember mengalami gangguan menyusul penutupan total jalur nasional Gumitir yang menghubungkan Jember–Banyuwangi. Jalur tersebut selama ini menjadi akses utama pendistribusian energi dari arah timur.
Kendati demikian, Pertamina memastikan suplai BBM ke Jember tetap berjalan setiap hari. “Distribusi BBM tetap kami lakukan sebanyak 160 kiloliter (KL) per hari. Penambahan volume akan kami evaluasi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi dalam pernyataan tertulisnya kepada tagarjatim.id pada Senin (28/7/2025).
Sebagai respons atas penutupan jalur nasional di KM 233+500 atau dikenal sebagai tikungan Mbah Singo, distribusi BBM dialihkan melalui rute alternatif. “Sejak awal Juli, kami sudah memetakan jalur baru, yaitu dari Banyuwangi menuju Situbondo–Arak-Arak–Bondowoso hingga ke Jember. Namun, jalur ini hanya dapat dilalui mobil tangki berkapasitas 16 hingga 24 KL,” jelas Ahad.
Untuk mengatasi potensi hambatan di jalur Arak-Arak yang dikenal memiliki medan berat, Pertamina telah berkoordinasi dengan jajaran Satlantas Polres Kalibaru, Jember, Situbondo, dan Bondowoso guna memastikan kelancaran distribusi dengan pengawalan petugas.
Selain itu, sebagai langkah antisipatif, Pertamina juga menyiagakan tambahan armada tangki bantuan dari Terminal BBM di Surabaya Group, serta menyiapkan opsi penyaluran LPG dari arah Gresik jika terjadi kemacetan parah dari sisi timur.
Ahad juga mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. “Kondisi distribusi tetap terkendali, masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Pantauan jurnalis tagarjatim.id di lapangan, krisis BBM di Jember mulai terasa sejak hari Jumat (25/07) dan memuncak pada Sabtu (26/07).
Hingga Senin (28/07) malam, antrean panjang masih terjadi di hampir seluruh SPBU yang ada di Jember. Dalam beberapa kasus, antrean mengakibatkan sedikit bentrokan dari masyarakat yang tidak sabar mengantri.
Antrean di sejumlah SPBU mencapai ratusan meter, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Seperti di SPBU Ahmad Yani yang berada di dekat Alun-alun Jember. Kendaraan mengantri bahkan hampir mencapai kantor Mapolres Jember. Padahal, jarak antara SPBU Ahmad Yani dengan Mapolres Jember mencapai sekitar 450 meter.
Di sejumlah SPBU pada beberapa waktu, aparat kepolisian diterjunkan untuk menjaga antrean.
Penutupan Jalur Gumitir Demi Perbaikan Jalan Nasional
Sebagai informasi, penutupan total Jalur Gumitir dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, yang merupakan bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Penutupan diberlakukan mulai 24 Juli hingga 24 September 2025, guna mendukung proyek preservasi atau perbaikan menyeluruh jalan nasional di titik rawan longsor tersebut.
Meskipun proses perbaikan diproyeksikan berlangsung selama lima bulan, penutupan total hanya dilakukan selama dua bulan pertama. Selama masa penutupan, BBPJN telah menyiapkan tiga jalur alternatif, yakni melalui Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo, untuk menunjang konektivitas antarwilayah Jember–Banyuwangi. (*)























