Penulis Dixs Fibriant

Malang, tagarjatim.com – Seorang terapis berinisial AR, yang praktik di Jalan Sawojajar Gang 13 A Nomor 12 RT 01 RW 03, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, ditangkap polisi pada Jumat (5/1/2024) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Ia diduga membunuh pasiennya yang berasal dari Surabaya.

Wakasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Nur Wasis menjelaskan kasus itu berawal dari 15 Oktober 2023, terdapat penemuan tubuh manusia yang terpotong bagian kepala, tangan serta kakinya di Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Dengan adanya kejadian tersebut maka, penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota bersama rekan-rekan opsnal itu melakukan proses penyelidikan.

Penyidik kemudian mendapatkan petunjuk ada seseorang berinsial AR yang melakukan pembunuhan di rumahnya. Namun, saat itu belum cukup bukti untuk menjeratnya. Hingga kemudian, pihaknya mendapatkan petunjuk. Selain potongan tubuh korban dibuang ke sungai, ternyata sejumlah anggota tubuh ditanam di tepi sungai yakni bagian kepala, telapak tangan, dan telapak kaki.

“Setelah dipastikan bahwa benar ada tengkorak, itu dilakukan penelitian di rumah sakit. Untuk memastikan bahwa tengkorak ini apakah milik korban yang dilaporkan tanggal 15 Oktober2023 atau korban yang lain,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (5/1/2024).

Pihaknya masih melakukan pendalaman temuan kerangka manusia itu. Polisi juga menghubungi keluarga dari Surabaya untuk mengenal struktur gigi dan segala macam. Diduga, korban adalah AP, warga JL Prapen Indah Blok 1/12 A RT/RW 05/07 Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.

Polisi telah mendapatkan informasi petunjuk melalui komunikasi telepon seluler milik korban yang berhasil ditemukan. Dari temuan itu, polisi yakin pelaku adalah orang yang melakukan perbuatan pembunuhan tersebut.

Saat ini, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk tersangka. Polisi juga memastikan objektif dalam pemeriksaan.

Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya dan kooperatif. Namun, polisi juga melakukan uji laboratorium forensik untuk pemeriksaan kerangka yang ditemukan itu, apakah korban atau bukan .

“Saat ini masih dalam pendalaman. Saksi ada tiga orang yang diperiksa, mungkin akan bertambah. Saat ini kami juga mencari beberapa saksi yang dimungkinkan dapat membantu untuk membuktikan peristiwa ini,” jelasnya.

Untuk mobil korban, ia mengatakan sudah ditemukan. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, Rudijanto Sugie Prawono (76), warga JL Prapen Indah Blok 1/12 A RT/RW 05/07 Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, melapor ke polisi kehilangan anaknya yang bernama Adrian Prawono (35).

Dalam laporannya, Adrian Prawono mengenakan kaus abu-abu, celana jin Levis pink kemerahan, warna kulit kuning, rambut gelombang hitam. Keluarga melapor bahwa pada Sabtu, 14 Oktober 2023, sekitar jam 13.00 WIB, korban pamit berangkat kondangan ke Pandaan Pasuruan kemudian ke kafe miliknya di Kota Batu dengan mengendarai mobil Toyota Rush berwarna hitam dengan nomor polisi L 1465 JK.

Kemudian pada Minggu, 15 Oktober 2023, sekitar jam 18.00 WIB, Adrian Prawono mengabarkan kepada orangtuanya akan pulang ke Surabaya, namun ia harus mampir ke Malang, karena ada perlu. Sejak saat itu, Adrian Prawono tidak bisa dihubungi lagi. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H