Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik baru. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, siswa juga dibekali materi integritas, mengikuti deklarasi sekolah bebas rokok konvensional dan rokok elektronik (vape), serta menerima bantuan seragam gratis bagi keluarga kurang mampu.
Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan pembukaan MPLS Ramah tingkat nasional di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan penguatan integritas menjadi salah satu materi wajib yang diberikan kepada peserta didik baru sejak hari pertama masuk sekolah.
Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak awal agar nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan antikorupsi tertanam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Pada pelaksanaan MPLS tahun ini kami menginisiasi penguatan materi integritas sebagai salah satu materi wajib. Para peserta didik dikenalkan pada pentingnya kejujuran, antikorupsi, serta nilai-nilai moral sejak dini,” ujar Aries.
Selain pendidikan karakter, seluruh siswa baru juga mengikuti Deklarasi Gerakan Bersama (Gema) Integritas Sekolah Jawa Timur dan Deklarasi Sekolah Bebas Rokok Konvensional maupun Rokok Elektrik (Vape).
Menurut Aries, deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan terbebas dari perilaku yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.
“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan sehat. Karena itu seluruh peserta didik bersama-sama mendeklarasikan komitmen untuk menjauhi rokok konvensional maupun vape serta membangun budaya sekolah yang berintegritas,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan 42 ribu pasang seragam sekolah gratis kepada siswa baru dari keluarga kurang mampu yang diterima melalui jalur afirmasi di seluruh Jawa Timur.
Aries menjelaskan bantuan tersebut telah didata oleh masing-masing sekolah dan dibagikan secara serentak pada hari pertama MPLS.
“Ada 42 ribu seragam gratis yang kami bagikan kepada murid-murid berstatus afirmasi atau berasal dari keluarga kurang mampu. Seluruh sekolah telah melakukan pendataan sebelumnya sehingga hari ini dibagikan secara serentak di seluruh Jawa Timur,” jelasnya.
Setiap penerima memperoleh dua stel seragam, yakni seragam putih abu-abu dan seragam Pramuka, sebagai bentuk dukungan pemerintah agar peserta didik dapat memulai tahun ajaran baru tanpa terbebani biaya perlengkapan sekolah.
Aries berharap rangkaian program tersebut mampu menghadirkan pengalaman MPLS yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan baru.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, peduli terhadap kesehatan, dan siap menjadi generasi penerus yang berkarakter,” pungkasnya. (*)






















