Sidoarjo, Tagarjatim.id – Rangkaian kepulangan jamaah haji melalui Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, resmi berakhir pada Rabu (01/07/2026). Kloter 116 menjadi kelompok terbang terakhir yang tiba, sekaligus menandai selesainya seluruh proses debarkasi haji tahun 2026.
Pada hari terakhir layanan debarkasi, Bandara Juanda melayani empat kloter sekaligus, yakni Kloter 113, 114, 115, dan 116. Para jamaah berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Nganjuk, Kediri, Sidoarjo, Malang, hingga Pasuruan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelayanan kedatangan jamaah haji berjalan sesuai prosedur yang telah disiapkan.
“Pada hari ini kami melayani empat kloter terakhir. Alhamdulillah, seluruh rangkaian pelaksanaan debarkasi haji berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Tohir, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan pelayanan debarkasi tidak lepas dari sinergi antara pihak bandara dan berbagai instansi terkait yang terlibat dalam proses kepulangan jamaah.
“Kelancaran debarkasi haji 2026 merupakan hasil koordinasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan. Semua pihak berperan dalam memastikan pelayanan kepada jamaah berjalan maksimal,” katanya.
Secara keseluruhan, Bandara Juanda melayani kepulangan sebanyak 43.881 jamaah haji selama periode debarkasi tahun ini.
Setelah seluruh jamaah haji kembali ke Tanah Air, Bandara Internasional Juanda kembali melanjutkan layanan penerbangan internasional, khususnya untuk perjalanan umrah melalui Terminal 2.
Penerbangan umrah perdana pascamusim haji dilayani oleh Lion Air dengan tujuan langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Airbus A330-900 Neo berkapasitas 436 penumpang. Lion Air menjadwalkan layanan penerbangan umrah dari Bandara Juanda sebanyak delapan kali dalam sepekan.
“Kami mendukung penuh operasional penerbangan ini. Seluruh fasilitas dan pelayanan penumpang internasional telah kami siapkan agar penerbangan umrah dapat berjalan aman dan nyaman,” jelas Tohir.
Saat ini, Bandara Juanda melayani penerbangan umrah yang dioperasikan oleh dua maskapai, yakni Lion Air dan Garuda Indonesia. Berdasarkan catatan periode Januari hingga April 2026, jumlah penumpang umrah yang dilayani Bandara Juanda mencapai 84.117 orang.
Dengan berakhirnya layanan debarkasi haji dan kembali aktifnya penerbangan umrah, Bandara Internasional Juanda terus memperkuat perannya sebagai pintu gerbang penerbangan internasional bagi masyarakat Jawa Timur.(*)


























