Sidoarjo, Tagarjatim.id – Keluarga RYS (50), ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, mengaku belum mengetahui identitas pria yang terekam keluar dari mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.
Foto sosok pria tersebut diketahui keluarga saat proses autopsi berlangsung. Namun hingga kini, baik keluarga maupun rekan kerja RYS belum dapat memastikan siapa pria yang terlihat dalam rekaman CCTV itu.
Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengatakan pihak keluarga telah memperlihatkan foto pria tersebut kepada sejumlah rekan kerja korban. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui apakah sosok tersebut dikenal oleh RYS.
“Gerak-geriknya juga tidak ada yang terasa familiar bagi keluarga maupun teman-teman kantor. Kami sudah menunjukkan foto itu kepada rekan-rekan kerjanya, tetapi tidak ada yang mengenali,” ujar Risang, Jumat (26/6/2026).
Berdasarkan rekaman yang dilihat keluarga, pria itu memiliki sejumlah ciri fisik, di antaranya rambut ikal di bagian samping, rambut kanan dan kiri terlihat rapi, kulit putih bersih, menggunakan kacamata minus, memakai jam tangan di tangan kiri, serta mengenakan masker.
“Yang terlihat hanya rambut ikal di bagian pinggir, rambut kanan-kiri rapi, kulit putih bersih, memakai kacamata minus dan jam tangan di tangan kiri, pakai masker,” kata Risang.
Risang menjelaskan, selama ini RYS menggunakan mobil dinas Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk menjalankan aktivitas kedinasan tanpa didampingi sopir tetap. Korban disebut terbiasa membawa kendaraan tersebut sendiri.
“Beliau biasanya mengemudi sendiri. Tidak ada fasilitas sopir pribadi ataupun sopir yang selalu mendampingi beliau untuk urusan dinas,” jelasnya.
Meski demikian, RYS terkadang menggunakan jasa sopir untuk kebutuhan tertentu. Di luar itu, korban lebih sering mengendarai sendiri mobil dinas yang digunakannya.
Sementara itu, Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jenazah RYS di dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Juanda. Penyidik terus mengumpulkan informasi serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap perkara tersebut.
Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, mengatakan proses pendalaman masih terus dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data pendukung.
“Kami dari pihak kepolisian, khususnya Polresta Sidoarjo, masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan data-data, dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” pungkas Novi.(*)


























