Kota Kediri, Tagarjatim.id — Tren urban farming atau pertanian perkotaan mulai banyak diminati masyarakat, termasuk kalangan ibu rumah tangga. Melihat peluang tersebut, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Kediri menggelar workshop budidaya tanaman hidroponik guna mendorong perempuan lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan lahan rumah.

Kegiatan yang menghadirkan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian RI itu berlangsung pada Rabu (13/5/2026) dan diikuti sekitar 150 peserta.

Ketua GOW Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan hidup, memanfaatkan lahan berbasis hidroponik/polibag bisa menjadi langkah positif yang dapat diterapkan oleh ibu rumah tangga maupun komunitas masing-masing,” jelasnya.

Ia mengapresiasi anggota GOW yang menggagas workshop budidaya sayur tersebut serta narasumber yang telah berbagi pengetahuan kepada peserta.

“Orang-orang seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian serta kepedulian terhadap lingkungan dalam ketahanan pangan keluarga,” ucapnya.

Faiqoh berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan masing-masing.

“Semoga dengan ini bisa menjadi awal untuk terus melanjutkan program-program inovatif yang memberdayakan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian RI Agus Fatony Tohari menjelaskan hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa tanah dengan memanfaatkan air bernutrisi.

Menurutnya, teknik tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional, mulai dari efisiensi lahan hingga pertumbuhan tanaman yang lebih cepat.

“Media yang digunakan pun cukup beragam, seperti sekam bakar, cocopeat, maupun rockwool,” tuturnya.

Agus juga menjelaskan beberapa perlengkapan dasar yang dibutuhkan dalam hidroponik, seperti netpot, nutrisi hidroponik, media tanam, hingga alat pengukur kadar larutan dan tingkat keasaman air.

Melalui pelatihan tersebut, ia berharap semakin banyak perempuan yang mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern secara mandiri dan ramah lingkungan.

“Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mendorong pemberdayaan perempuan yang mandiri, kreatif dan berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan,” pungkasnya. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33