Sidoarjo, Tagarjatim.id – Seorang pria yang diduga memprovokasi massa saat insiden penertiban di Alun-Alun Sidoarjo akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo menjelaskan, peristiwa yang viral tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026) malam. Kepala Satpol PP Sidoarjo, Yany Setyawan, mengatakan petugas saat itu menertibkan penjaja persewaan mainan yang tetap beroperasi di area terlarang.

Menurut Yany, pemerintah daerah telah menetapkan larangan aktivitas perdagangan dan persewaan mainan di titik tertentu alun-alun demi menjaga estetika dan ketertiban ruang publik.

“Kami sudah melakukan langkah persuasif dengan memberikan teguran berulang kali. Namun karena tidak diindahkan, kami harus mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku,” kata Yany, Rabu (6/5/2026).

Petugas kemudian mengamankan barang bukti milik pelaku usaha yang melanggar. Sejumlah pedagang lain bereaksi dan membela, sehingga memicu adu mulut dengan petugas. Situasi itu menarik perhatian warga dan memicu kerumunan.

“Kami tidak melarang masyarakat untuk berdagang ataupun membuka usaha, tetapi semua ada aturan dan tempat yang harus dipatuhi bersama agar ketertiban dan keindahan kawasan tetap terjaga,” ujarnya.

Kerumunan sempat menekan petugas. Rekaman kejadian itu beredar luas di media sosial dengan narasi petugas diusir warga. Meski demikian, petugas tetap mengendalikan situasi dan meredam ketegangan di lokasi.

Satpol PP juga mengamankan seorang pria yang diduga memprovokasi massa saat kejadian berlangsung.

“Yang bersangkutan juga sudah meminta maaf secara terbuka, dan bersedia menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Yany.

Petugas turut memberikan edukasi kepada penjaja persewaan agar mematuhi aturan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini meningkatkan pengawasan di kawasan alun-alun untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08