Sidoarjo, Tagarjatim.id – Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur menyalurkan bantuan alat usaha berupa 42 gerobak kepada keluarga warga binaan dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Rutan Kelas I Surabaya. Selain bantuan ekonomi, otoritas wilayah juga memberikan penghargaan kepada belasan petugas yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba di lingkungan lapas dan rutan.

Pemberian bantuan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan yang tidak hanya menyasar narapidana, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan keluarga di luar lembaga. Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, hadir mewakili Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, untuk memimpin jalannya syukuran dan penyerahan bantuan tersebut.

“Hari ini, 27 April 2026, kami jajaran Kanwil Ditjenpas Jawa Timur melaksanakan kegiatan puncak acaranya yaitu tasyakuran,” ujar Christo, Senin (27/4/2026).

Pihak Kanwil mencatat 42 keluarga warga binaan menerima bantuan modal fisik untuk memulai atau menyambung usaha mandiri. Di saat yang sama, manajemen memberikan apresiasi kepada 12 petugas dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Lapas Blitar, atas dedikasi mereka menjaga keamanan fasilitas dari penyelundupan narkotika.

“Pada hari ini kita memberikan bantuan ada 42 gerobak kepada keluarga warga binaan, kemudian kami memberikan penghargaan kepada 12 petugas yang telah membantu untuk penggagalan narkoba,” kata Christo.

Program bantuan gerobak ini selaras dengan instruksi pusat untuk melakukan pendekatan humanis kepada keluarga narapidana. Langkah ini bertujuan agar beban ekonomi keluarga tidak semakin berat selama tulang punggung mereka menjalani masa hukuman di dalam sel.

“Sesuai dengan arahan Pak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, bagaimana kita melakukan pendekatan kepada keluarga warga binaan agar supaya ketika warga binaan itu berada di dalam, keluarganya bisa berusaha,” ucapnya.

Melalui bantuan alat kerja ini, instansi pemasyarakatan berharap keluarga warga binaan dapat lebih mandiri secara finansial. Hal ini dipandang penting sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial agar warga binaan merasa tenang saat menjalani pembinaan karena kebutuhan dasar keluarganya tetap terpenuhi.

“Gerobak yang sudah kami berikan kiranya dapat digunakan untuk betul-betul bisa memenuhi kebutuhan keluarganya di luar selama suami atau anaknya atau keluarganya yang ada di dalam itu menjalani masa pidana,” tutur Christo.

Rangkaian acara ditutup dengan evaluasi kinerja tahunan bagi seluruh kepala UPT se-Jawa Timur. Jajaran pemasyarakatan berkomitmen meningkatkan pengawasan internal sekaligus memperluas program pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan yang terdampak oleh proses hukum anggota keluarganya.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33