Kota Batu, Tagarjatim.id – Peringatan Hari Kartini tahun ini terasa berbeda di Batu Secret Zoo, Selasa (21/4/2026). Seekor anak gajah Sumatra bernama Diah genap berusia satu tahun, menjelma bukan sekadar pusat perhatian, tetapi juga simbol keberhasilan konservasi satwa langka.
Suasana meriah dan edukatif menyelimuti area exhibit gajah saat perayaan digelar. Pengunjung tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan konservasi.
Diah merupakan anak gajah betina hasil kelahiran induk Andalas dan Nazumi, bagian dari program konservasi yang terus dikembangkan oleh Jatim Park Group.
Perayaan dikemas dalam konsep “Kartinian with Diah” dengan melibatkan pengunjung secara aktif. Mulai dari memberi makan gajah, sesi interaksi, hingga edukasi langsung tentang habitat dan perilaku gajah Sumatra.
Manager Marketing dan Public Relations JTP Group, Titik S. Ariyanto, menegaskan bahwa momen ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan ulang tahun.
“Ini bukan hanya selebrasi, tetapi bentuk komitmen kami dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa langka,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pengunjung menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat, peduli, dan punya tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian satwa, khususnya gajah Sumatra,” imbuhnya.
Dalam perayaan tersebut, Diah mendapatkan “tumpeng buah raksasa” yang dirancang khusus sebagai stimulasi motorik sekaligus bagian dari enrichment atau pengayaan perilaku alami satwa.
“Pemberian pakan dalam bentuk ini bukan sekadar simbol, tetapi juga untuk melatih insting alami dan menjaga kesehatan satwa,” jelasnya.
Sebelum hari pelaksanaan, pengelola juga menggelar kampanye digital dengan mengajak masyarakat mengabadikan momen Diah bersama induknya. Tiga peserta terpilih kemudian diundang menjadi tamu khusus.
“Mereka kami libatkan langsung agar punya pengalaman emosional dan edukatif yang lebih kuat,” tambahnya.
Antusiasme pengunjung pun terlihat tinggi. Salah satu pengunjung, Wilda Aulia Rosa, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan tersebut.
“Seru banget, apalagi bisa lihat langsung dan ikut memberi makan. Anak-anak juga jadi belajar, tidak cuma jalan-jalan,” katanya.
Ia juga menilai kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran sejak dini.
“Menurut saya ini bagus, karena anak-anak jadi tahu kalau gajah itu harus dijaga, bukan hanya dilihat,” ujarnya.
Melalui momentum ini, Batu Secret Zoo menegaskan bahwa konservasi tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan publik.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar pesan konservasi semakin luas tersampaikan,” tutup Titik.
Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, perayaan ulang tahun Diah bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga pengingat bahwa menjaga satwa langka adalah tanggung jawab bersama.(*)


























