Sidoarjo, Tagarjatim.id – Importir asal Jawa Timur sejak Senin (30/3/2026) malam, mendatangkan 233 ekor hewan ternak dari Australia melalui Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perbaikan kualitas genetika ternak lokal serta peningkatan produksi susu dalam negeri.
Aji Bagus Setiyawan, Direktur PT Tombak Mas Nusantara, menjelaskan bahwa pengiriman ini mencakup berbagai komoditas unggul mulai dari domba, sapi perah, hingga unta. Program ini dirancang untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi sekaligus pengembangan sektor pariwisata di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Jenis domba yang didatangkan meliputi Texel, Suffolk, dan Dorper dengan jumlah mencapai 165 ekor. Ketiga domba ini pilih lantaran dinilai memiliki kualitas bibit yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis domba lainnya, yang diharapkan bisa membantu peternak lokal meningkatkan kualitas ternak mereka.
“Kami ingin fokuskan untuk pengembangan bibit yang ada di Indonesia agar para peternak lokal bisa mengembangkan bibit-bibit domba mereka,” ujar Aji, Selasa (31/3/2026).
Selain domba, pihak importir juga mendatangkan 23 ekor sapi perah jenis Friesian Holstein guna mendorong produktivitas susu nasional. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemenuhan nutrisi masyarakat melalui ketersediaan susu.
“Untuk sapi perah, kami ingin serahkan kepada para peternak agar sapi perah bisa memproduksi susu dan memenuhi kebutuhan susu nasional,” tuturnya.
Di samping sektor pangan, unta jenis Camelus dromedarius sebanyak 35 ekor turut didatangkan guna mendukung industri ekowisata di Indonesia. Hewan-hewan ini diproyeksikan untuk mengisi kawasan wisata di daerah Lembang, Jawa Barat.
“Untuk unta, kami ingin mendukung kegiatan ekowisata yang ada di negara kita,” jelasnya.
Berdasarkan regulasi pemerintah, ratusan ternak tersebut harus melewati masa isolasi di instalasi karantina untuk memastikan kondisi kesehatan dan mencegah masuknya penyakit hewan menular, sebelum dikirim ke lokasi tujuan.
“Kami akan langsung kirim ke Karantina di daerah Tandes yang ada di Surabaya untuk dilakukan proses karantina selama 14 hari,” katanya.
Setelah masa karantina selesai, ternak-ternak ini akan didistribusikan ke wilayah Malang, Jawa Timur, dan Lembang, Jawa Barat. Secara ekonomi, nilai investasi per ekor ternak ini bervariasi, dengan harga tertinggi pada jenis unta yang mencapai Rp 130 juta per ekornya.(*)























