Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Malang masih menunggu permintaan maaf secara terbuka dari Perumda Tirta Kanjuruhan terkait tidak dicantumkannya foto Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, dalam backdrop acara Silaturahmi dan halalbihalal yang digelar, Jumat (27/3/2026) lalu.
Bendahara DPC PKB Kabupaten Malang yang juga Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Ali Murtadlo, menyatakan hingga saat ini belum ada permintaan maaf resmi dari jajaran direksi Tirta Kanjuruhan.
“Saya sudah cek ke Wakil Bupati, belum ada permintaan maaf dari direksi Tirta Kanjuruhan. Kami berharap ada permintaan maaf secara langsung dan terbuka kepada Wakil Bupati serta komitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa,” ujar Ali di kantor DPRD Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026).
Ali, yang akrab disapa Gus Tadlo, menilai tidak dicantumkannya foto Wakil Bupati dalam acara resmi tersebut merupakan tindakan yang tidak etis dan bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, secara aturan, posisi Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan simbol pemerintahan daerah yang tidak dapat dipisahkan.
“Secara etika dan aturan, foto Bupati dan Wakil Bupati harus berdampingan sebagai satu kesatuan. Namun dalam kegiatan itu, justru yang ditampilkan adalah Sekretaris Daerah tanpa menyertakan Wakil Bupati. Kami mempertanyakan apakah ini disengaja atau tidak, karena hingga kini belum ada penjelasan resmi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Malang dalam kondisi baik dan tidak terdapat persoalan internal.
“Sejauh yang kami lihat, hubungan keduanya baik-baik saja. Tidak ada masalah. Justru kami mempertanyakan mengapa hal ini terjadi di lingkungan BUMD,” tambahnya.
Ali juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Direktur Utama Tirta Kanjuruhan, Samsul Hadi, melalui pesan singkat. Dalam komunikasi tersebut, Samsul disebut telah menyampaikan permintaan maaf secara pribadi dan berjanji akan menemui Wakil Bupati secara langsung.
“Beliau sudah menyampaikan permintaan maaf melalui pesan dan berjanji akan datang langsung menemui Wakil Bupati. Kami masih menunggu realisasi dari komitmen tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, isu ini juga disebut telah sampai ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat PKB. Namun, hingga kini belum ada arahan resmi dari pusat terkait langkah yang akan diambil.
“Informasi ini sudah sampai ke DPP PKB di Jakarta, tetapi belum ada instruksi khusus. Di tingkat daerah, kami sudah menyampaikan sikap melalui DPC, fraksi, dan Komisi II,” pungkas Ali.
Hingga berita ini ditulis, Direktur Utama Tirta Kanjuruhan, Samsul Hadi, belum memberikan tanggapan saat dilakukan konfirmasi terkait kejadian ini (*)























