Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Program pembangunan Jembatan Garuda mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah. Salah satunya di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Jembatan tersebut menjadi bagian dari peluncuran serentak sekitar 200 jembatan di seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada Senin (9/3/2026).
Jembatan Garuda di wilayah ini menghubungkan Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen. Infrastruktur tersebut dibangun dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 27 hari.
Jembatan sepanjang 143 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter itu diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor dengan kapasitas terbatas untuk menjaga ketahanan konstruksi.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat, terutama warga dan pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju pusat pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen.
Salah seorang warga Desa Ternyang, Indah Novitasari, mengatakan waktu tempuh menuju wilayah Jenggolo yang sebelumnya sekitar 45 menit hingga hampir satu jam kini dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit.
“Dari sini ke Jenggolo biasanya sekitar 45 menit hampir satu jam, sekarang jadi setengah jam. Jadi tidak perlu muter atau naik perahu lagi,” ujarnya.
Sebelum jembatan tersebut dibangun, warga harus menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai, termasuk saat membawa sepeda motor.
Bupati Malang, Sanusi, menyebut pembangunan jembatan tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama bagi pelajar yang harus menyeberang setiap hari.
“Ini sangat membantu masyarakat. Dulu pakai perahu getek yang cukup berbahaya sehingga anak-anak yang sekolah di Mangunrejo kesulitan. Sekarang dengan jembatan ini sekitar 15 menit sudah sampai,” kata Sanusi.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0818 Malang/Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, menjelaskan bahwa jembatan tersebut memiliki panjang bentangan 143 meter meskipun lebar sungai sebenarnya sekitar 45 meter.
“Di tahap pertama ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia untuk program ini,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya juga menargetkan pembangunan sejumlah jembatan lain di Kabupaten Malang. Pada tahap berikutnya, direncanakan pembangunan tujuh jembatan armco di beberapa titik wilayah.
Menurut Bayu, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses wilayah yang sebelumnya terhambat oleh sungai, jurang, atau medan yang sulit dilalui.
Dengan adanya infrastruktur tersebut, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di wilayah sekitar. (*)























