Sidoarjo, Tagarjatim.id – Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) kembali menggelar diskusi Tadarus Jurnalistik di Balai Wartawan Sidoarjo, Jalan Ahmad Yani. Forum ini membahas arah pembangunan ekonomi Kabupaten Sidoarjo di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Diskusi menghadirkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo M Ubaidillah Nurdin serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sidoarjo Bahrul Amig sebagai narasumber, dan juga dihadiri oleh mahasiswa, pelaku usaha, dan wartawan.
Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin menilai pelaku usaha perlu memahami perubahan perilaku konsumen, khususnya generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha. Menurut dia, kreativitas visual kini menjadi faktor penting dalam menarik minat pasar.
“Pelaku usaha harus mampu membaca perilaku konsumen. Saat ini kebutuhan akan tempat yang instagramable menjadi tren. Kita harus kreatif agar operasional tetap efisien namun relevan dengan pasar,” kata Ubaidillah, Jumat (6/3/2026).
Selain itu, ia menekankan pentingnya pendampingan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Kadin Sidoarjo bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah memfasilitasi ekspor sejumlah produk lokal, mulai dari kopi hingga kerupuk, ke pasar luar negeri seperti Inggris.
“Kami melatih UMKM agar produknya memenuhi standar ekspor, lalu mempertemukan mereka dengan pembeli. Pendampingan kami lakukan dari proses awal hingga berhasil ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Bahrul Amig menilai pemerintah perlu mengubah paradigma dalam menjalankan birokrasi ekonomi.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan otoritas tanpa memahami dinamika dunia usaha yang bergerak cepat.
“Harus ada keseimbangan antara regulasi dan ruang inovasi bagi masyarakat,” kata Amig.
Ia juga mendorong pemerintah melibatkan pelaku usaha yang telah sukses dalam program pemberdayaan ekonomi.
Menurut Amig, pelaku UMKM yang sudah mapan dapat membimbing pelaku usaha yang baru merintis, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Dalam diskusi tersebut, peserta juga menyampaikan berbagai masukan. Beberapa di antaranya menyoroti fasilitas pemerintah yang dinilai masih terkesan eksklusif serta persoalan pajak yang kerap dikeluhkan pelaku usaha.
Mahasiswa yang hadir juga menilai sejumlah program pelatihan kerja yang digelar pemerintah masih kurang optimal dan belum menunjukkan hasil yang jelas.
Sementara itu, pelaku UMKM berharap pemerintah dapat memperkuat peran fasilitasi, terutama dalam memperluas akses pasar dan pengembangan usaha.
Melalui forum ini, Forwas berharap sinergi antara pers, pemerintah, dan sektor swasta dapat semakin kuat untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sidoarjo.(*)























