Sidoarjo, Tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana melakukan perbaikan permanen dengan skema betonisasi di Jalan Setiabudi, Kecamatan Krian, pada tahun 2027. Langkah ini diambil untuk mengatasi kerusakan jalan yang kerap terjadi akibat beban kendaraan bertonase besar dan buruknya sistem drainase di kawasan tersebut.
Bupati Sidoarjo Subandi menyebut, sebagai langkah darurat sebelum betonisasi dilaksanakan, pemerintah daerah akan melakukan pengaspalan ulang atau overlay. Metode ini dipilih untuk menggantikan pola tambal sulam yang dinilai tidak efektif bertahan lama di jalur padat logistik tersebut.
“Perbaikan sementara kita lakukan dengan overlay agar jalan bisa segera digunakan dengan aman dan nyaman. Ini solusi jangka pendek sambil kita siapkan betonisasi permanen,” ujar Subandi, Selasa (17/02/2026).
Dinas PUBMSDA dijadwalkan memulai pengerjaan overlay dalam waktu dekat. Konstruksi aspal baru ini diproyeksikan mampu menahan beban kendaraan hingga dua tahun ke depan, sembari menunggu anggaran tahun jamak untuk penguatan struktur jalan secara menyeluruh.
Subandi menjelaskan bahwa beban kendaraan yang melintas di Jalan Setiabudi menuntut spesifikasi jalan yang lebih kuat. Berdasarkan pemetaan teknis, perbaikan permanen nantinya akan mencakup jalur sepanjang 500 meter.
“Karena ini jalur angkutan besar, betonisasi menjadi solusi permanen. Kita targetkan pelaksanaannya pada 2027 sepanjang 500 meter agar jalan lebih kuat dan tahan lama,” katanya.
Selain faktor beban kendaraan, kerusakan jalan di kawasan Krian juga dipicu oleh genangan air yang tidak mengalir ke saluran pembuangan. Saat inspeksi, ditemukan sejumlah titik drainase yang tersumbat sehingga air meluap ke badan jalan saat hujan turun.
Guna mengatasi persoalan hulu tersebut, Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran sebesar Rp 59 miliar untuk program normalisasi sungai dan saluran air di berbagai titik, termasuk di kawasan Krian.
“Di lokasi ini perlu normalisasi supaya kalau hujan tidak banjir. Air harus segera mengalir agar tidak menggenang di lokasi (jalan),” tuturnya.
Melalui integrasi perbaikan jalan dan normalisasi saluran, pemerintah daerah berharap mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Krian tidak lagi terganggu oleh kendala infrastruktur. (*)























