Semarang, tagarjatim.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Robben Rico, melakukan kunjungan kerja (visitasi) ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Semarang pada Minggu (30/11/2025).

Kunjungan ini bertujuan mempelajari model dan keberhasilan SRT 45 sebagai langkah awal untuk mereplikasi program serupa di Kabupaten Gresik.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menjelaskan, SRT 45 merupakan inisiatif pemerintah di bawah Kemensos yang berfokus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama setara SD, SMP, dan SMA bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Dari visitasi ini, kami mempelajari problematika dan solusi pengelolaan Sekolah Rakyat Terintegrasi. Harapannya, program serupa dapat diterapkan di Gresik untuk membantu pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui pendidikan,” ujar Gus Yani.

Rencananya, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik akan dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, di atas lahan lebih dari 5 hektare. Fasilitas pendidikan ini akan dilengkapi dengan 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, gedung olahraga, serta lapangan untuk badminton, basket, dan mini soccer.

Gus Yani menambahkan, keberhasilan SRT 45 Semarang yang menyediakan fasilitas lengkap seperti asrama, laptop, dan kurikulum terintegrasi antara akademik, karakter kebangsaan, serta vokasi, menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik.

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berharap dapat membawa praktik terbaik dari sini untuk dikembangkan sesuai karakter masyarakat Gresik,” tegasnya.

Sekolah Rakyat sebagai Pemulih Harapan

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemensos Robben Rico menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata inklusi pendidikan bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan formal.

“Program ini bukan hanya menawarkan pendidikan alternatif, tetapi juga pemulihan sosial. Banyak peserta yang semula kehilangan kepercayaan diri, kini mulai berani bermimpi lagi,” kata Robben.

Ia menjelaskan tiga prinsip utama Sekolah Rakyat: memuliakan orang kecil, menjangkau yang belum terjangkau, dan mewujudkan hal yang tampak mustahil. Selain itu, Kemensos menyediakan 2.600 beasiswa bagi siswa Sekolah Rakyat.

Robben juga menyoroti tingginya angka anak putus sekolah, dengan 13.864 anak di Jawa Tengah dan 23.041 anak di Jawa Timur yang belum mengenyam pendidikan. Keberadaan sekolah rakyat, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Lulusan sekolah rakyat tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter kuat dan terampil,” pungkas Robben.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, jajaran OPD Pemkab Gresik, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Endang Sarwiningsih, serta perwakilan dari komunitas wartawan. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H