Penulis : Dixs Fibrian
Batu, tagarjatim.com – Libur panjang Lebaran 2024 banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Salah satu tempat wisata yang menarik dikunjungi adalah Jatim Park di Kota Batu, Jawa Timur. Di ini masyarakat bisa menikmati 63 wahana wisata menarik.
Ratusan wisatawan dari berbagai daerah sudah mulai berdatangan berjubel di tempat wisata ini sejak Minggu (14/4/2024) pagi. Mereka datang dan ingin menghabiskan liburannya di Jatim Park 1.
Delvia asal Pontianak, Kalimantan mengaku datang bersama keluarganya ke Jatim Park 1 karena ketagihan menikmati wahana wisata yang disuguhkan Jatim Park. Menurut dia, seluruh wahanannya seru dan bikin ketagihan.
“Wahananya seru untuk melatih adrenaline,” kata Delvia.
Pada liburan lebaran kali ini, pihak Jatim Park mematok harga tiket paket masuk pengunjung ke wahana Jatim Park 1 dan Museum Tubuh Rp140 ribu. Pengunjung pun bisa bebas menikmati 36 wahana yang bisa dikunjungi di lokasi ini, di antaranya galeri etnik nusantara, etnik Papua, etnik Jawa Timuran, Indonesian heritage museum, taman fisika.
Selain itu, ada juga tempat bermain seperti komidi putar, happy sky, children plyground, trampolin dan berbagai macam lainnya.
Setiap liburan Jatim Park memang selalu menjadi jujukan bagi wisatawan. Jatim Park 1 merupakan tempat rekreasi dengan konsep hiburan yakni taman bermain yang dipadukan dengan taman edukasi untuk orang dewasa maupun anak-anak.
Manajer Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyantoz mengatakan pada lebaran 2024 ini jumlah pengunjung sebanyak 2000 orang. “Jumlah pengunjung 2000 orang.Terlihat lebih ramai musim liburan tahun lalu dibanding tahun ini. Prediksi kami Sabtu dan Minggu ini menjadi puncak kunjungan wisatawan tapi nyatanya tidak sesuai harapan. Tingkat kunjungan hampir sama seperti weekend biasa, kalopun meningkat kira- kira hanya 30%,” katanya.
Untuk lebaran kali ini kata Titik, jumlah menurun drastis dibanding liburan lebaran 2023 dan liburan Natal dan Tahun Baru 2024. Jika biasanya jumlah pengunjung mencapai 4.000 orang.
Dia mengungkapkan penyebab menurunnya jumlah kunjungan wisata karena disebabkan banyaknya wisata baru di berbagai daerah. “Bisa jadi hal ini disebabkan banyak faktor seperti banyaknya tempat wisata diberbagai daerah, panjangnya libur lebaran dan murahnya penerbangan ke luar negeri serta kondisi ekonomi makro lainnya,” pungkas Titik. (*)























