Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Sidoarjo hingga kini belum menetapkan alokasi penggunaan dana hasil efisiensi dalam APBD 2025.

Anggaran dengan nilai miliaran rupiah tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas sektor untuk menentukan prioritas penggunaannya.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menyatakan pihaknya mendorong agar dana efisiensi tersebut diprioritaskan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Menurutnya, ada kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani, terutama kondisi sejumlah fasilitas pendidikan yang sangat memprihatinkan.

“Saya ingin anggaran hasil efisiensi ini untuk bisa membenahi gedung-gedung sekolah dasar yang sudah rusak berat,” ucapnya, Jumat (18/4/2025).

Dhamroni menilai, masih banyak sekolah dasar di wilayah Sidoarjo yang mengalami kerusakan parah. Ia menyebut SDN Keret di Kecamatan Krembung sebagai salah satu contohnya.

Di sekolah tersebut, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke ruang perpustakaan karena kondisi ruang kelas yang membahayakan.

“Terdapat dua rombongan belajar yang harus menempati perpustakaan, karena ruang kelas dilaporkan sudah dimakan rayap dan dikhawatirkan bisa roboh sewaktu-waktu,” ujarnya.

Tidak hanya SDN Keret, kerusakan serupa juga terjadi di SDN Kenongo II, Kecamatan Tulangan. Dua ruang kelas di sekolah ini tidak bisa digunakan akibat kondisi bangunan yang sangat tidak layak. Para siswa pun harus menjalani kegiatan belajar di ruang lain yang masih bisa dimanfaatkan.

Meskipun para siswa masih bisa belajar, Dhamroni menekankan bahwa kondisi tersebut jauh dari ideal. Ia khawatir jika tidak segera ada perbaikan, maka jumlah gedung sekolah yang rusak berat akan semakin banyak di tahun-tahun mendatang.

“Jika sekolah rusak berat tidak diperbaiki sekarang, maka yang saat ini masih rusak ringan bisa jadi tahun depan akan rusak berat,” tutupnya. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33