Kabupaten Malang,Tagarjatim.id – Nasi jagung dan tiwul, bagi sebagian kalangan dianggap sebagai makanan kuno. Namun berbeda dengan Siswanto warga Desa Gampingan Kecamatan Pagak ini mampu menjadikan jagung dan tiwul sebagai makanan cepat saji dan higienis. Saat ini pria dengan dua anak ini sudah bisa mempekerjakan 16 orang sebagai karyawan, dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah perbulannya.
Kepada tagarjatim.id Siswanto menceritakan ia memulai usaha nasi jagung instan dan tiwul instan ini, sejak tahun 2014 lalu. Awalnya hanya dikerjakan berdua dengan istrinya hingga tahun 2020 Siswanto terpaksa menhentikan usahanya karena pandemi Covid 19. Pasca pandemi ia mampu memulai kembali usahanya.
“Saya memulai usaha sejak 2014 tapi akibat pandemi covid saya menghentikan usaha saya, dan pada awal tahun 2021 saya memulai kembali,” kata Siswanto sambil menunjukkan hasil produksinya pada Selasa (14/1/2025).
Siswanto menjelaskan saat ini dirinya sudah bisa memproduksi perbulan sekitar 15 ton, baik jagung maupun tiwul dengan omzet kurang lebih Rp 250 jt perbulan. Sedangkan pemasaran Siswanto saat ini selain di wilayah Malang Raya, ia juga sudah memiliki distributor di Surabaya dan Probolinggo.
“Pemasaran Malang Raya, yaitu Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, saya juga sudah membuka distributor dari Probolinggo, dan Surabaya,” jelas Siswanto.
Tidak berhenti disitu pengembangan untuk pemasaran saat ini, menurut Siswanto sudah bisa merambah pasar luar Negeri seperti Hongkong dan Malaysia. “Di luar Negri ada Hongkong dan Malaysia,”kata Siswanto.
Proses pembuatan nasi jagung instan cukup panjang, setelah jagung ditepungkan selanjutnya dimasak sekitar 15 menit. Setelah matang, kemudian dijemur hingga benar-benar kering.

“Butuh waktu sehari penuh jika cuaca panas. Saat musim hujan, produksi sedikit terkendala. Pada musim kemarau mampu menghasilkan 600 kilogram atau sekitar 6 kwintal nasi jagung instan per hari,’’ ujarnya.
Selanjutnya produk dikemas dalam ukuran 400 gram dan dibanderol Rp 8.500 Nasi jagung Instan ada juga yang dikemas dalam 1500 gram, dengan harga Rp. 23.000. Sedangkan untuk tiwul isntan dikemas 400 gram dengan harga Rp. 8500
“Untuk melayani permintaan di sekitaran Malang Raya, dan distributor di Surabaya dan Probolinggo, serta luar Negri dalam satu bulan saya bisa memproduksi nasi jagung instan dan tiwul instan sebanyak 15 ton dengan omzet kisaran Rp 250 juta per bulan,” tutup Siswanto.






















