Kota Malang, Tagarjatim.id – DPC PDI Perjuangan Kota Malang punya cara unik untuk merangkul generasi muda. Memanfaatkan momentum puncak peringatan Bulan Bung Karno, partai berlambang banteng moncong putih ini menggelar turnamen eSports Mobile Legends dan Olahraga Domino (Orado).
Acara yang dipadati ratusan anak muda ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (27/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026), bertempat di Kantor DPC PDIP Kota Malang, Jalan Raden Panji Suroso.
Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan strategi partai untuk membumikan nilai-nilai kebangsaan kepada Gen Z dan Milenial dengan cara yang relevan.
Perempuan yang akrab disapa Mia ini menjelaskan, bulan Juni merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi sang proklamator, Ir. Soekarno. Melalui kegiatan yang digandrungi anak muda, PDIP ingin menyisipkan edukasi sejarah tanpa terkesan kaku.
“Yang pertama, pastinya kita itu membumikan Bulan Bung Karno. Karena di bulan Juni ini memang kan sangat bersejarah untuk beliau, banyak sekali checkpoint, kenangan-kenangan, serta legacy dari beliau. Kami ingin memperkenalkan sejarah dari Indonesia, yang paling esensial adalah mengenalkan founding father kita,” ujar Mia saat ditemui di lokasi acara, Minggu (28/6/2026).
Di tengah disrupsi teknologi, Mia menilai pendekatan politik dan sejarah tidak bisa lagi menggunakan cara lama. Partai politik dituntut untuk terus berevolusi mengikuti dinamika zaman agar bisa masuk ke ruang-ruang diskusi anak muda.
Antusiasme anak muda Malang rupanya di luar ekspektasi panitia. Turnamen Mobile Legends yang awalnya hanya ditargetkan untuk 32 tim, melonjak hingga harus membatasi kuota pada angka 40 tim.
Mia mengaku panitia terpaksa menolak beberapa pendaftar demi menjaga kualitas fasilitas dan kenyamanan kompetisi, mengingat ini adalah kali pertama DPC PDIP Kota Malang menggelar turnamen eSports.
Melihat tingginya animo tersebut, Mia memberi sinyal kuat bahwa turnamen gaming dan olahraga ketangkasan ini akan diproyeksikan menjadi agenda tahunan.
Selain Mobile Legends, pilihan jatuh pada Olahraga Domino (Orado) yang digelar pada hari kedua. Menurut Mia, domino bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan olahraga masyarakat yang punya dampak sosial positif, bahkan mampu menggeser dominasi ketergantungan gadget pada anak-anak di beberapa wilayah Kota Malang.
Melalui domino, anak muda yang kini cenderung individualistis ditantang untuk membangun komunikasi dan chemistry nyata dengan rekan satu timnya.
“Di dalamnya itu kan banyak unsur, unsur strategi juga ada, kemudian unsur pemikiran dan komunikasinya juga dapat. Apalagi kan satu tim isinya dua orang, jadi ada bahasa-bahasa tim yang harus dipelajari. Kami ingin menanamkan kembali bagaimana sih social touch itu,” urai Mia panjang lebar.
Tak hanya fokus pada turnamen, komitmen PDIP Kota Malang terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan dengan menyediakan ruang pameran bagi UMKM lokal. Selama dua hari acara, terdapat 10 tenant UMKM yang difasilitasi untuk berjualan di area kantor DPC.
Mia menjelaskan pembatasan jumlah tenant ini disesuaikan secara terukur dengan kapasitas kantor dan prediksi jumlah pengunjung agar kenyamanan bersama tetap terjaga.
Melalui kombinasi turnamen eSports, olahraga tradisional, dan bazar UMKM, PDIP Kota Malang membuktikan bahwa partai politik bisa hadir menjadi wadah kreatif yang segar, adaptif, dan inklusif bagi generasi Alpha hingga Gen Z. (*)




























