Kota Batu, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mendorong desa dan kelurahan menjadi pusat inovasi sekaligus motor penggerak pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.
Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan, pembangunan desa tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, namun juga harus mampu menciptakan inovasi pelayanan dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Ini adalah bagian dari proses kita untuk melihat sejauh mana kemajuan desa dan kelurahan kita. Saya berharap hasil dari evaluasi ini bukan hanya soal siapa yang menang, tapi bagaimana inovasi yang ada bisa direplikasi oleh desa atau kelurahan lain di Kota Batu,” ujar Heli Suyanto, Kamis (14/5/2026).
Menurut Heli, keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan harus diukur dari dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan itu bukan hanya dilihat dari bangunannya, tapi bagaimana masyarakatnya bisa lebih berdaya, lebih mandiri, dan kesejahteraannya meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, desa dan kelurahan saat ini dituntut lebih kreatif menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam pelayanan publik berbasis digital dan penguatan potensi lokal.
“Desa dan kelurahan harus mampu menjadi pusat inovasi. Potensi yang dimiliki masing-masing wilayah harus dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.
Heli juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi antara perangkat daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, pelaku UMKM, hingga generasi muda agar pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, Kelurahan Sisir menonjolkan penguatan kelembagaan serta sinergi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan kawasan pusat pemerintahan dan wajah Kota Batu.
Sementara Desa Bulukerto menghadirkan inovasi sektor pertanian dan agrowisata melalui pengembangan apel, bunga hias, hingga sistem irigasi cerdas yang dikelola kelompok tani.
Tak hanya itu, pemberdayaan perempuan juga diperkuat melalui pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomis.
Sedangkan Desa Beji menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis digital melalui program “Beji Digital” yang memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi secara daring.
Desa tersebut juga mengembangkan UMKM kerajinan tempe serta inovasi bank sampah yang terintegrasi dengan pembayaran pajak daerah.
“Harapannya inovasi-inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa maupun kelurahan lain di Kota Batu,” pungkas Heli.(*)


























