Kota Batu, Tagarjatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, mengatakan pihaknya mulai memetakan kesiapan wilayah dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau, mulai dari ancaman kebakaran hutan dan lahan hingga potensi kekurangan air bersih.

“Kami mengumpulkan berbagai masukan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana dan pemerintah desa terkait kesiapan menghadapi musim kemarau tahun ini, termasuk potensi risiko yang mungkin terjadi di masing-masing wilayah,” ujar Gatot, Kamis (14/5/2026).

Menurut Gatot, salah satu ancaman utama saat musim kemarau adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan akibat aktivitas pembakaran di tengah kondisi cuaca yang kering dan berangin.

“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan ataupun sampah secara sembarangan. Saat musim kemarau, api sangat mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran besar,” tegasnya.

BPBD juga meminta masyarakat mulai mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan, lahan pertanian, maupun area perkebunan.

Selain ancaman kebakaran, BPBD Kota Batu turut mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau berlangsung.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang. Karena itu masyarakat perlu mulai menghemat penggunaan air dan menyiapkan tempat penampungan cadangan air sejak dini,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Kota Batu berpotensi mengalami penurunan debit sumber air apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dibanding tahun sebelumnya.

Karena itu, masyarakat diminta mulai melakukan langkah antisipasi dengan memanfaatkan air secara bijak serta menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan Pemerintah Kota Batu melalui media sosial resmi, suhu panas yang mulai terasa di wilayah Kota Batu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya masa peralihan musim hujan menuju kemarau, berkurangnya tutupan awan, hingga dampak fenomena El Nino.

Fenomena El Nino diketahui terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Dampaknya dapat memicu penurunan curah hujan, meningkatnya suhu udara, risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, ancaman gagal panen, hingga gangguan kesehatan akibat cuaca panas dan dehidrasi.

BPBD Kota Batu pun mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi terkait cuaca dan kebencanaan dari pemerintah maupun instansi terkait.

“Masyarakat jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan selalu mengikuti informasi resmi agar tidak menimbulkan kepanikan,” pungkas Gatot.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33