Sidoarjo, tagarjatim.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Warih Andono, akhirnya memberikan jawaban terkait beredarnya video berdurasi 1 menit 9 detik yang memperlihatkan dirinya memberikan instruksi pemenangan dalam Pilkades Kureksari, Kecamatan Waru.
Politisi senior Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa tindakannya merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai putra daerah asli desa tersebut.
Warih menyatakan bahwa keterlibatannya dalam memberikan dukungan bukan merupakan bagian dari kampanye formal. Sebagai warga asli Desa Kureksari, ia merasa memiliki hak penuh untuk menentukan arah kepemimpinan di kampung halamannya sendiri.
“Sebagai warga negara ya boleh saja. Sebagai putra daerah, KTP saya asli Kureksari. Saya warga Kureksari asli, tidak ada masalah. Saya punya hak untuk mendukung, toh itu di desa saya,” ujarnya, Rabu (13/05/2026).
Menanggapi tudingan bahwa instruksinya mencederai aturan main Pilkades, Warih menilai perbedaan pandangan dalam momentum demokrasi adalah hal yang wajar.
Ia lebih memilih menunjukkan sikap politik secara terbuka daripada bersikap acuh atau tidak peduli terhadap proses demokrasi di lingkungannya.
“Kalau ada yang tidak suka ya saya cuek saja. Semua orang punya hak berpendapat. Tapi melarang orang menyampaikan dukungan politik justru mencederai demokrasi,” tuturnya.
Meskipun bersikeras bahwa dukungannya sah secara konstitusional, Warih mengaku siap meminta maaf apabila sikapnya dianggap kurang berkenan oleh pihak tertentu. Ia menekankan bahwa kejujuran dalam berpolitik jauh lebih baik ketimbang memilih untuk tidak menggunakan hak suara atau golput.
“Mau dinilai orang lain seperti apa saja ya tidak apa-apa karena itu hak mereka. Menunjukkan dukungan secara terbuka jauh lebih baik dibanding memilih golput,” tambahnya.
Menghadapi berbagai kritik dan asumsi publik, Warih mengaku tetap tenang dan menganggap dinamika tersebut sebagai konsekuensi biasa dalam kehidupan politik.
Ia berharap pelaksanaan Pilkades Kureksari tetap berjalan aman, damai, dan persatuan masyarakat tetap terjaga meski terdapat perbedaan pilihan.(*)


























