Sidoarjo, tagarjatim.id – Setelah sempat menjalani hukuman satu bulan di Lapas Kelas IIA Sidoarjo pada Juni 2023, Masriah, warga Desa Jogosatru yang pernah viral akibat menyiram air seni dan tinja ke rumah tetangganya, Wiwik Winarti, kembali menjadi sorotan. Ia diduga kembali melakukan tindakan serupa dengan membuang air seni serta sampah rumah tangga di sekitar rumah Wiwik.

Wiwik mengungkapkan, rumahnya belakangan sering menjadi sasaran pembuangan sampah hingga kantong plastik berisi air seni yang diduga dilakukan oleh Masriah. Aksi itu disebut kerap terjadi saat situasi lingkungan sedang sepi.

“Dulu kalau buang pakai baskom, sekarang tidak pakai baskom lagi, tapi air kencingnya dimasukkan plastik es lalu dibuang ke depan gerbang rumah saya,” kata Wiwik, Selasa (12/05/2026).

Menurut Wiwik, kejadian tersebut sudah berulang beberapa kali. Ia menyebut sedikitnya tiga kali kantong plastik berisi air seni dilempar ke depan rumahnya, dan dua kali dibuang di area sekitar tempat tinggalnya.

“Baunya pesing. Waktu saya cek di rekaman CCTV, ternyata dia buang kantong berisi air kencing itu dilempar ke area rumah saya. Kejadiannya siang hari saat sepi,” ujarnya.

Tidak hanya air seni, Wiwik juga mengaku kerap mendapati tumpukan sampah rumah tangga hingga oli bekas yang dibuang di depan rumahnya. Peristiwa itu disebut berlangsung sejak bulan puasa hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.

“Waktu puasa sampai habis hari raya itu sampah yang dia buang itu tidak saya sapu. Baunya sudah tidak karuan sampai banyak lalat besar. Akhirnya saya siram bensin dan saya bakar karena sudah sangat mengganggu,” tuturnya.

Ia mengatakan, setiap kali mencoba membersihkan area di sekitar rumahnya atau menegur tindakan tersebut, situasi justru berujung pertengkaran. Menurutnya, Masriah sering bereaksi emosional saat dirinya membersihkan sampah di sekitar batas rumah mereka.

“Dia itu maunya sendiri, tidak peduli sama orang lain. Kalau saya bersihkan, dia malah mengamuk. Akhirnya saya diamkan saja, yang penting depan rumah saya bersih,” ucap Wiwik.

Meski merasa terganggu, Wiwik mengaku memilih tidak membawa persoalan itu ke jalur hukum maupun melapor ke Satpol PP karena tidak ingin konflik dengan tetangganya semakin panjang.

Kini, ia dan keluarganya memilih menggunakan akses jalan lain yang lebih sempit agar tidak lagi berpapasan dengan Masriah.

“Sama-sama sudah tua. Saya sekarang lebih baik mengalah, lewat jalan lain saja walaupun sempit. Yang penting aman. Saya serahkan sama Allah, semoga ada jalan terbaik buat keluarga saya,” pungkasnya.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33