Kota Kediri, Tagarjatim.id – Harga konsumen di Kota Kediri pada April 2026 tercatat melandai. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan.

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyebut penurunan harga ini terjadi setelah momentum Lebaran. Secara umum, kondisi tersebut juga sejalan dengan tren nasional pasca-Idul Fitri, di mana harga pangan cenderung turun setelah sebelumnya meningkat saat Ramadan.

“Inflasi bulanan di Kota Kediri lebih rendah dibanding Jawa Timur maupun nasional,” ujarnya.

Penurunan harga terutama dipicu normalisasi permintaan. Komoditas seperti daging ayam, telur, hingga cabai menjadi penyumbang utama deflasi.

Sementara emas perhiasan juga turun akibat pengaruh kondisi global. Namun, di balik penurunan tersebut, tekanan harga masih membayangi. Kenaikan harga BBM non-subsidi pada April berdampak pada naiknya tarif angkutan udara dan berpotensi berlanjut pada bulan berikutnya.

Emil mengingatkan, beberapa faktor perlu diwaspadai pada Mei. Mulai dari ketersediaan bahan pangan, pengaruh cuaca, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang.

“Masyarakat diimbau tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris TPID Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono. Ia menilai deflasi pada April tidak lepas dari intervensi pemerintah dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga.

“di Kota Kediri selama bulan April terdapat beberapa komoditas khususnya kelompok volatile food yang mengalami deflasi,” ujarnya.

Menurutnya, pengendalian dilakukan melalui pemantauan harga harian hingga koordinasi lintas sektor.

“Hal ini karena upaya dan strategi yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri seperti sidak ketersediaan bahan pangan, pencatatan/pemantauan harga harian serta koordinasi dengan lintas stakeholder sehingga harga komoditas pangan dapat terkendali,” jelasnya.

Meski begitu, tekanan harga belum sepenuhnya reda. “Selain bahan pokok ada beberapa hal juga yang harus diwaspadai bakal terjadi inflasi pada bulan Mei ini dikarenakan banyak hari libur dan long weekend yang akan dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian atau liburan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu lebih cermat dalam merencanakan pengeluaran, terutama terkait transportasi di tengah kenaikan BBM non-subsidi.

“Untuk menyikapi hal tersebut maka perlu adanya perencanaan tujuan liburan dengan menggunakan jenis moda transportasi tertentu dikarenakan adanya kenaikan BBM non subsidi, sehingga masyarakat harus bijak dalam menentukannya,” pungkasnya. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33