Kota Batu, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu bergerak cepat merespons kejadian berulang di kawasan Cangar, menyusul peristiwa yang sempat viral pada 31 Maret 2026 serta penemuan terbaru pada Kamis (23/4/2026).

Meski lokasi tersebut berada di jalur berstatus jalan provinsi, Pemkot Batu menegaskan tidak akan tinggal diam. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas instansi untuk menindaklanjuti kondisi tersebut.

“Memang benar, meskipun beberapa jembatan atau titik tinggi di wilayah kita berstatus jalan provinsi, keselamatan warga yang melintas di situ tetap menjadi prioritas utama Pemkot Batu. Kita tidak bisa berpangku tangan hanya karena masalah administrasi kewenangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).

Sebagai langkah awal, Pemkot Batu akan segera berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk mengusulkan penambahan pengaman fisik di lokasi rawan.

“Kami akan melayangkan surat resmi dan duduk bersama dengan pihak provinsi. Agendanya jelas, mengusulkan pemasangan pagar pengaman tambahan berupa railing tinggi atau jaring pengaman di titik-titik rawan,” tegasnya.

Tak hanya itu, pengawasan di lapangan juga akan diperkuat. Pemkot Batu berencana mengintegrasikan sistem CCTV di area jembatan ke dalam Command Center Kota Batu, sekaligus meningkatkan patroli rutin.

“Kita akan mengintegrasikan CCTV ke Command Center. Selain itu, Satpol PP akan kami minta meningkatkan intensitas patroli, terutama pada jam-jam rawan, untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini,” lanjutnya.

Dari sisi infrastruktur, penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi fokus pembenahan untuk menghilangkan potensi titik gelap di sekitar lokasi.

“Area yang gelap seringkali memicu niat yang tidak diinginkan. Karena itu, kami pastikan penerangan di sekitar jembatan berfungsi optimal agar tidak menjadi titik sunyi,” jelasnya.

Lebih jauh, Heli menekankan bahwa pencegahan tidak cukup hanya melalui pendekatan fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial dan kesehatan mental masyarakat.

“Mencegah bukan hanya soal pagar besi, tapi juga soal kesehatan mental. Kami melalui Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB terus menggaungkan layanan konseling maupun hotline darurat bagi warga yang sedang mengalami tekanan berat,” ungkapnya.

Langkah komprehensif ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kejadian serupa di kemudian hari. Pemkot Batu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut peduli dan aktif melaporkan jika menemukan kondisi mencurigakan di sekitar lokasi.

Dengan kombinasi penguatan infrastruktur, peningkatan pengawasan, serta dukungan layanan psikososial, Pemkot Batu menegaskan komitmennya menjaga keselamatan warga sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih aman.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33