Kota Malang, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan upaya deteksi dini Kanker Serviks sebagai langkah pencegahan. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya jumlah kasus yang tercatat dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks di Kota Malang pada 2025 mencapai 50 orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 15 kasus.

Kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit mematikan bagi perempuan. Penyakit ini bahkan menempati urutan kedua kanker terbanyak pada wanita di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat keterlambatan penanganan.

Sebagai langkah preventif, Pemkot Malang menggelar program skrining menggunakan metode HPV DNA yang dilakukan secara rutin di seluruh puskesmas. Khusus dalam rangka memperingati Hari Kartini, skrining digelar serentak dengan target 2.500 perempuan usia 30 hingga 69 tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, mengatakan program ini bertujuan untuk mendeteksi risiko sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Skrining ini diselenggarakan serentak di 16 puskesmas di Kota Malang untuk usia 30–69 tahun dengan target 2.500 orang. Selain itu, kami juga rutin menyelenggarakan skrining serta memberikan vaksin HPV kepada siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perempuan yang terdeteksi memiliki risiko kanker serviks akan langsung mendapatkan rujukan untuk penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang telah dilengkapi layanan terapi.

Selain skrining, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemberian vaksin HPV kepada pelajar. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 24 ribu siswa telah mendapatkan vaksin tersebut sebagai bentuk perlindungan sejak dini.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu peserta skrining, Zauza, menilai pemeriksaan rutin sangat penting bagi perempuan.

“Menurut saya ini penting dan perlu dilakukan secara reguler, karena perempuan lebih rentan. Selain itu juga perlu menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Ninik Yulianti, yang menyebut pemeriksaan ini penting untuk mencegah penyakit yang berpotensi fatal.

Secara medis, peluang kesembuhan kanker serviks sangat bergantung pada stadium saat terdeteksi. Pada stadium awal, tingkat harapan hidup bisa mencapai 80 hingga 90 persen. Namun, pada stadium lanjut, peluang tersebut menurun drastis.

Melalui program ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin semakin meningkat, sehingga kasus kanker serviks dapat ditekan dan ditangani lebih dini.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33