Kota Batu, Tagarjatim.id – Jalur utama di kawasan Payung, Kota Batu, diterjang rangkaian bencana dalam dua hari terakhir. Longsor hingga pohon tumbang terjadi secara beruntun di beberapa titik, menyebabkan akses lalu lintas sempat lumpuh.
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu malam (8/4/2026) sekitar pukul 23.18 WIB di kawasan Payung 2, Kelurahan Songgokerto. Tebing dengan tinggi sekitar 15 meter longsor dan menutup badan jalan.
Material longsor berupa tanah bercampur vegetasi turut menyeret pohon jenis sampang dan rumpun bambu berukuran besar. Akibatnya, jalur tersebut sempat tidak dapat dilalui kendaraan.
Keesokan harinya, Kamis (9/4/2026) pukul 15.41 WIB, kejadian kembali terulang di lokasi yang sama. Kali ini, satu pohon jenis gintungan dengan tinggi sekitar 8 meter tumbang akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras.
Pohon tersebut roboh dan menutup sebagian badan jalan, sehingga kembali mengganggu arus lalu lintas di jalur Payung.
Tak berhenti di situ, pada Kamis petang sekitar pukul 18.42 WIB, longsor kembali terjadi di kawasan Payung 3. Tebing setinggi sekitar 12 meter runtuh, membawa material tanah dan vegetasi yang menutup sebagian akses jalan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menyebut rangkaian kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan tidak stabil.
“Dalam dua hari ini terjadi beberapa kejadian di kawasan Payung. Hujan dengan intensitas tinggi membuat tanah menjadi labil sehingga memicu longsor dan pohon tumbang,” ujarnya.
Meski terjadi beruntun, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun material sempat menutup badan jalan dan mengganggu akses lalu lintas,” jelasnya.
Tim gabungan dari BPBD Kota Batu, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Dishub, TNI-Polri, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat.
Proses evakuasi dan pembersihan dilakukan secara manual hingga menggunakan alat berat. Selama penanganan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup.
“Petugas langsung melakukan kaji cepat, koordinasi lintas instansi, serta pembersihan material. Saat ini jalur sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan,” tambah Suwoko.
BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan longsor di tengah cuaca ekstrem.
“Kawasan Payung merupakan jalur rawan. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada saat hujan deras,” tegasnya.
Rangkaian bencana ini menjadi peringatan akan tingginya potensi longsor di wilayah perbukitan Kota Batu, khususnya saat intensitas hujan meningkat dalam waktu singkat. (*)























