Lamongan, Tagarjatim.id – Seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, akhirnya ditemukan pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Korban berinisial AF (9), warga Desa Laren, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam di wilayah Dusun Ketintang. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi oleh tim kesehatan.
Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (3/4/2026) sore ketika korban mandi di Sungai Bengawan Solo setelah bermain sepak bola bersama teman-temannya. Saat berada di sungai, korban diduga terseret arus hingga akhirnya tenggelam.
Mendapat laporan tersebut, jajaran kepolisian bersama tim gabungan segera melakukan pencarian. Kapolsek Laren AKP Witono Hariadi bersama anggota berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Pencarian melibatkan personel kepolisian, Satpolair, BPBD Lamongan, serta masyarakat setempat. Tim gabungan sempat melakukan pencarian hingga malam hari, namun upaya tersebut dihentikan sementara karena kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang.
Proses pencarian kemudian dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam. Setelah beberapa jam melakukan pencarian, tim akhirnya menemukan korban tidak jauh dari titik awal kejadian.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Polri, instansi terkait, serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian korban hingga akhirnya berhasil ditemukan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai.
Imbauan tersebut disampaikan guna mencegah terjadinya peristiwa serupa, mengingat aliran Sungai Bengawan Solo di sejumlah titik memiliki arus yang cukup kuat dan berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain atau mandi tanpa pengawasan.(*)























