Surabaya, Tagarjatim.id – Telkom University Surabaya terus mengembangkan beragam inovasi teknologi baru, diantaranya adalah teknologi kesehatan, serta agrikultur yang mencakup pertanian dan peternakan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Beragam hasil inovasi yang telah dihasilkan diantaranya Picobot, Smart Farming, mesin untuk mengurangi interferensi lampu LED, aplikasi GENY StuntCare , serta teknologi Smart Kandang.

Direktur Utama Telkom University Surabaya Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, menjelaskan salah satu inovasi teknologi yang telah dihasilkan adalah Picobot, yakni alat yang digunakan untuk membantu pemulihan pasien pasca stroke, serta Smart Farming.

“Kami ada Picobot alat untuk recovery pasien pasca stroke, ada juga Smart Farming yang saat ini terus dikembangkan, dan bedanya dengan Smart Farming yang sebelumnya itu ada penambahan CO2, jadi adanya penambahan (CO2) itu produktifitas melon semakin meningkat, seperti yang sudah dijelaskan tadi, kualitas melon sampai tingkat kemanisan 17 sampai 18 Brix,” jelasnya, Minggu (8/3/2026).

Mohammad Yanuar menambahkan, sedangkan teknologi agrikultur yang telah dibuat ada inovasi Smart Kandang untuk ayam petelur dimana inovasi ini di implementasikan di rooftop gedung kampus yang memelihara ratusan ekor ayam petelur.

“Kemudian ada ayam petelur ya yang juga kita menggunakan Internet of Things (IoT) untuk apa namanya proses operasionalnya, jadi ada pakannya otomatis bisa secara continue nggak mekanik lagi, nanti kotoran ayam itu akan dibuat azolla untuk dijadikan pupuk,” tambahnya.

Mohammad Yanuar pun menunjukkan praktek dari teknologi Smart Kandang yang dihasilkan dilokasi peternakan ayam petelur yang ada di atas gedung kampus bersama mahasiswanya dari Teknologi Informasi.

Dalam praktek Smart Kandang ini Muhammad Arif Taufiqurrahman, satu diantara mahasiswa Teknologi Informasi yang terlibat dalam pembuatan Smart Kandang menjelaskan, untuk inovasi Smart Kandang yang telah dibuat dapat menjalankan pakan secara otomatis dan menjalankan konveyor yang digunakan untuk membuang kotoran ayam. Alat pengontrol dari Smart Kandang berupa panel berbentuk kotak yang juga dilengkapi indikator seperti pengukur suhu dan kelembapan untuk mengontrol seperti apa keadaan lingkungan di kandang agar kondisi kesehatan ayam dikandang tetap terjaga.

“Alat ini bisa bergerak ke kanan dan ke kiri dimana ketika alatnya sudah diujung maka akan kembali ke ujung tempat semula secara otomatis. Untuk pembersih kotoran berada di bawah, konveyor akan berputar dan kotoran dibuang otomatis dibagian ujung,” jelasnya.

Muhammad Arif menyatakan, untuk riset Smart Kandang ini memakan waktu dua tahunan, berawal dari ide bagaimana jika rooftop ini dimanfaatkan untuk peternakan ayam. Sementara itu, inovasi teknologi Smart Kandang ini diakui sangat cocok untuk diterapkan pada peternakan skala besar.

“Jadi alat ini cocok digunakan untuk peternakan besar berskala industri. Kami juga sudah bekerjasama dengan beberapa mitra diantaranya Jatam, kami sudah implementasikan disana juga,” katanya.

Dalam penjelasanya, untuk biaya pembuatan panel Smart Kandang diakui memakan biaya antara 20 hingga 30 juta rupiah.

Dari hasil inovasi teknologi yang telah dibuat, Direktur Utama Telkom University Surabaya Mohammad Yanuar juga memperkenalkan teknologi untuk mengurangi interferensi yang dihasilkan oleh lampu LED.

“Kalau lampu LED kan terkenal dengan efisiensi ya ,nah ternyata efisiensi itu dia menggunakan switch mode power supply yang bisa mengganggu peralatan elektronik di sekitarnya. Dengan alat ini bisa dikurangi interferensinya,” akunya.

Adapun hasil inovasi lain yang telah dibuat yakni aplikasi GENY StuntCare yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi dini dan pencegahan stunting.

“Itu kita menerapkan AI untuk mendeteksi apakah misalkan bayi itu dengan kriteria tertentu dia terdeteksi stunting atau tidak, jika terdeteksi stunting dia akan ada rekomendasi tindakan yang harus dilakukan. Jadi ada deteksi dini untuk stunting. Aplikasi ini akan mendeteksi dari parameter seperti berat badan, tinggi badan, setelah itu ada rekomendasi berupa chatbotnya misalkan bayi saya usia sekian bulan, berat badan sekian dengan tinggi sekian itu masuk stunting atau tidak gitu,” tutupnya.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33