Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Ulama muda Nahdlatul Ulama, Idris Al Marbawy atau yang akrab disapa Gus Idris, terus menunjukkan konsistensinya dalam berdakwah melalui berbagai platform digital. Berangkat dari nol, ia kini dikenal luas sebagai pendakwah yang aktif memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman.

Gus Idris menggunakan sejumlah platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok sebagai sarana dakwah. Pendekatan yang dinilai unik dan komunikatif membuat ceramahnya mudah diterima berbagai kalangan. Saat ini, akun YouTube “Gus Idris Official” tercatat memiliki 2,65 juta pelanggan, sementara ribuan pengikut lainnya tersebar di Instagram dan TikTok.

Momentum pandemi Covid-19 pada 2020 menjadi titik awal penguatan dakwah digitalnya. Pembatasan aktivitas tatap muka mendorong Gus Idris untuk lebih serius mengembangkan kanal YouTube sebagai media syiar.

“Kebetulan baru kita unggah di YouTube saat lockdown. Biasanya aktif di pengajian, tabligh akbar, dan Majlis Ta’lim Thoriqul Jannah. Namun belum kami YouTube-kan karena belum berpengalaman,” ujar Gus Idris, Rabu (11/2/2026).

Majelis Rutin Dihadiri Ribuan Jemaah

Selain aktif di dunia digital, Gus Idris juga membina Majlis Ta’lim Sholawat dan Dzikir Thoriqul Jannah. Setiap pekan, majelis tersebut menggelar kegiatan rutin yang dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah.

Jemaah yang hadir berasal dari beragam latar belakang dan lintas generasi. Ceramah yang disampaikan dinilai sederhana, menyejukkan, dan mudah dipahami. Hal ini membuat antusiasme masyarakat terus meningkat dalam mengikuti kegiatan rutin tersebut.

Bagi sebagian jemaah, Gus Idris dikenal sebagai sosok ulama muda yang santun dan tidak membeda-bedakan status sosial. Sikap rendah hati dan keterbukaannya menjadi daya tarik tersendiri.

Menurut Gus Idris, kunci dalam berdakwah adalah menjaga keistiqomahan dalam segala situasi.

“Kesombongan dan takabur adalah sifat manusia. Agar dijauhkan dari itu, kita harus istiqomah. Dipuji jangan sampai terbang, dicaci jangan sampai mundur. Jalan saja terus sampai ajal menjemput. Dakwah terus sampai Allah berkata waktunya pulang,” tuturnya.

Kembangkan Pesantren di Pelosok Malang

Di bawah kepemimpinannya, Pondok Pesantren Thoriqul Jannah yang berada di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, terus berkembang. Meski berada di wilayah pelosok, pesantren tersebut kini menampung ribuan santri dari berbagai daerah.

Gus Idris, putra sulung Kyai Rodiyallah, memimpin pesantren dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dalam beberapa tahun terakhir, Ponpes Thoriqul Jannah bertransformasi menjadi salah satu pesantren modern yang diminati masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi keislaman.

Perpaduan dakwah digital dan penguatan pendidikan pesantren menjadi langkah strategis Gus Idris dalam menjawab tantangan era teknologi, sekaligus memperluas jangkauan syiar Islam di tengah masyarakat. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33