Kota Batu, tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kegiatan “Njagong Bareng Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bersama Komite Ekraf”, yang digelar di Wisata Dusun Kuliner, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Selasa (3/6) malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Plt. Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Bagian Perekonomian dan SDM. Hadir pula Ketua dan pengurus Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Batu.

Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku ekraf, dengan tujuan menjaring masukan strategis bagi perumusan kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu menegaskan pentingnya membuka ruang-ruang kreatif yang tidak terhambat oleh birokrasi kaku.

“Formalitas dalam pemerintahan memang tidak bisa dihindari, namun ruang kreatif tidak boleh dipersempit oleh aturan yang justru membunuh inovasi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk merespons, mengakomodasi, dan mewujudkan rekomendasi yang lahir dari dialog semacam ini.

“Jangan berhenti di narasi dan wacana normatif. Kami ingin ada implementasi konkret,” ujarnya.

Wali Kota juga menyatakan kesiapan membuka akses—baik ruang, waktu, maupun dukungan anggaran—selama tetap sesuai dengan regulasi. Pemerintah akan memfasilitasi gagasan kreatif melalui skema resmi, seperti RPJMD dan dokumen perencanaan lainnya.

“Gagasan itu seperti benih unggul. Tapi ia butuh tanah yang subur untuk tumbuh. Pemerintah Kota Batu siap menjadi tanah itu, selama kita semua berpikir progresif, responsif, dan adaptif,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua sektor dan latar belakang pelaku ekraf dalam forum strategis pembangunan. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komunitas berhak untuk didengar dan difasilitasi secara setara.

Sebagai tindak lanjut, hasil diskusi dan rekomendasi dari kegiatan ini akan diarahkan untuk dituangkan ke dalam kebijakan konkret. Tidak menutup kemungkinan akan diterbitkan Peraturan Wali Kota sebagai bentuk penguatan hukum terhadap ekosistem ekonomi kreatif di Kota Batu.

“Njagong Bareng” menjadi simbol kolaborasi yang membangun antara pemerintah dan komunitas. Lebih dari sekadar diskusi, kegiatan ini merupakan langkah awal membentuk ekosistem ekonomi kreatif Kota Batu yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H