Gresik, Tagarjatim.id– Ada suasana berbeda saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Gresik. Untuk menyambut para siswa baru, salah satu sekolah SMP, mengusung tema piala dunia 2026 dengan memakai pernak pernik negera peserta piala dunia.
Tidak tanggung-tanggung, pihak sekolah mendatangkan mantan bintang timnas Evan Dimas Darmono hingga pemain timnas putri, Ayunda Dwi Anggraini, untuk memompa semangat para siswa baru.
Suasana kemeriahan itu terlihat di SMP Muhammadiyah 12 Gresik (Spemdalas), pada Senin (13/7/2026). Pernak pernik piala dunia menyambut para siswa di tahun ajaran baru 2026 ini mulai dari bendera negara peserta Piala Dunia hingga jersey para peserta.
Bahkan terlihat ada yang mengenakan jersey timnas Argentina, Inggris, Perancis, hingga Spanyol.
Euforia tidak hanya ditujukan pada negara yang lolos babak semifinal saja. Terlihat sejumlah siswa ada yang mengenakan jersey timnas Portugal, Meksiko, hingga Timnas Indonesia. Adapula yang mengenakan jersey klub lokal Gresik, Gresik United.
Para siswa mulai kelas VII, VIII, dan IX berkumpul di tengah lapangan diisi hiburan. Para siswa langsung tertuju kepada bintang tamu, Evan Dimas Darmono mengenakan jersey kandang Timnas terbaru. Tidak hanya itu, pemain Timnas Putri Indonesia asal Gresik, Ayunda Dwi Anggraini juga mendapat sambutan. Dia mengenakan jersey away Timnas.
Kepala Sekolah Spemdalas, Yugo Triawanto mengatakan, pihaknya memilih momen Piala Dunia 2026 menyambut para siswa. “Momennya Piala Dunia 2026, dan kita ingin memberikan gambaran kepada anak-anak bahwa potensi itu ya tidak selalu kognitif. Tapi juga terkait dengan psikomotor, termasuk kinestetis-kinestetisnya anak-anak ini supaya mereka tidak, apa ya, merasa sempit itu lho. Kalau sekolah itu hanya pelajaran doang, ndak. Sekolah itu banyak, banyak pelajaran termasuk olahraga,” ungkapnya.
Yugo menambahkan, pihaknya mengenakan jersey Timnas Jerman yang pada saat ini gagal melangkah jauh. Ada filosofi yang tersirat di dalamnya. “Dan momentumnya juga pas ini Piala Dunia, termasuk saya pakai jersey Jerman dengan empat bintang itu, saya pengin menyampaikan kepada anak-anak bahwa kesuksesan kita yang lalu tidak menjamin kesuksesan kita yang akan datang. Maka kita harus selalu berusaha, tiap, tiap hari harus belajar, harus apa, berdoa yang rajin, gitu,” paparnya.
Disinggung mengenai mendatangkan mantan pemain timnas Indonesia, Evan Dimas, dan pemain timnas putri Ayunda Dwi, Yudo menyampaikan, ingin memberikan inspirasi kepada anak didiknya. “Ya kita pengin memberikan inspirasi pada anak-anak bahwa, ya, yang terkenal itu tidak selalu yang pintar olimpiade, tapi juga di sisi olahraga kita punya kesempatan, anak-anak punya kesempatan untuk meningkatkan potensinya. Jadi, biar anak-anak punya gambaran-gambaran yang lain terkait dengan kesuksesan itu,” tutupnya.
Evan Dimas menyapa para pelajar. Termasuk Ayunda yang memberikan sedikit wejangan agar para perempuan berani tampil menunjukkan bakat dan kemampuan. Evan yang memiliki 43 penampilan bersama Timnas Indonesia laris diajak berfoto.
“Tanggapannya sangat luar biasa artinya apa , Ya, pemain Timnas juga masyarakat biasa, gitu, lho. Bukan menutup kemungkinan bisa datang ke sekolah-sekolah, ya harus datang ke sekolah-sekolah, memang. Harus datang ke sekolah, harus mengedukasi bahwasanya, ya, kan banyak, toh, Mas, adik-adik ini mungkin cita-citanya sebagai pemain Timnas. Ya harus mengedukasi juga bahwasanya menjadi pemain Timnas itu gimana, sih? Ketika berada di posisi Timnas itu gimana, sih? Perjalanannya gimana, sih? Sehingga bisa menjadi bekal adik-adik ketika dalam perjalanan ataupun menjadi pemain Timnas,” ungkap Evan sapaan akrabnya.
Evan menyampaikan para generasi muda dalam bidang apapun, agar konsisten tidak terpengaruh lingkungan sekitar. Agar semakin berprestasi di masa mendatang.
“Jadi ketika perjalanan, adik-adik juga tidak goyang, ya, tidak terpengaruh dengan kondisi-kondisi yang sekiranya membuat kehidupannya negatif. Dan ketika adik-adik berada di posisi Timnas, adik-adik juga bisa menggunakan ketimnasannya dengan baik, bisa menggunakan ketenarannya dengan baik, dan bisa menggunakan kekayaannya dengan baik. Itu yang perlu diperlukan untuk adik-adik,” tutupnya.(*)






















