Kota Kediri, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial mulai melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk Sekolah Rakyat (SR) yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun akademik 2026/2027. Proses penjangkauan saat ini difokuskan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan 2.

Sekolah Rakyat Kota Kediri nantinya berlokasi di Jalan Semeru Gang 2, Kelurahan Lirboyo. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin, menjelaskan, Kementerian Sosial RI telah memberikan daftar awal sebanyak 11 ribu nama anak yang berpotensi menjadi peserta didik Sekolah Rakyat. Namun setelah dilakukan proses verifikasi, sebagian besar diketahui telah bersekolah di sekolah reguler.

“Dari kuota 270 calon peserta didik Sekolah Rakyat Kota Kediri, saat ini capaian penjangkauan masih belum mencapai 10 persen karena proses masih terus berjalan,” kata Imam.

Penjangkauan dilakukan oleh ASN Kementerian Sosial atau eks pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melalui survei langsung ke rumah calon peserta didik.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengusulkan anak yang membutuhkan pendidikan meskipun berada di luar kategori desil 1-2 untuk dilakukan penjangkauan lebih lanjut.

Sekolah Rakyat Kota Kediri nantinya akan membuka tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Pada tahap awal, masing-masing jenjang hanya membuka kelas awal, yakni kelas 1 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA.

Untuk jenjang SD disiapkan tiga rombongan belajar dengan total 90 siswa. Sementara jenjang SMP dan SMA masing-masing juga menampung 90 peserta didik.

Sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Setelah itu akan dilanjutkan dengan tahap pengelolaan sekolah, persiapan pengajaran, hingga peresmian.

“Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah. Mulai dari biaya pendidikan, asrama, sandang, makanan, hingga akomodasi peserta didik. Selain itu di sana juga ada berbagai fasilitas cukup lengkap seperti laboratorium, perpustakaan, ruang komputer, tempat ibadah, fasilitas olahraga, ruang kelas, dan asrama,” terangnya.

Selain masuk kategori desil 1-2, calon peserta didik juga harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi seperti usia sesuai jenjang pendidikan, hasil uji kesehatan, serta surat pernyataan kesediaan mengikuti sistem pembelajaran Sekolah Rakyat.

Imam mengakui masih ada tantangan dalam pelaksanaan program tersebut, terutama karena konsep Sekolah Rakyat masih tergolong baru di masyarakat.

“Karena Sekolah Rakyat ini program baru, sehingga masih banyak orang tua yang mempertanyakan sistem pendidikan di sana. Sebagian calon peserta didik juga merasa keberatan karena harus tinggal di asrama sehingga minat masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan,” papar Imam.

Imam juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, karena ini merupakan program prioritas Presiden, sehingga sistem pengelolaan maupun pengajaran semua disusun dengan sebaik-baiknya.

“Disamping itu untuk tenaga pengajar maupun pengasuh dipastikan juga sudah memiliki kompetensi yang berkualitas.” tandasnya.

Imam berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

“SR ini merupakan terobosan luar biasa dari Bapak Presiden untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Harapan kami, sekolah ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk meningkatkan derajat kehidupan keluarga mereka di masa depan. Makanya orang tua diharapkan dapat memberikan motivasi kepada anak-anaknya agar semangat menempuh pendidikan,” pungkasnya. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33