Sidoarjo, tagarjatim.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas kemitraan dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok pada sektor industri, pendidikan, dan energi bersih untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian target nol emisi pada 2060.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, di Graha Amukti Praja, Bandara Internasional Juanda. Pertemuan itu difokuskan pada ekspansi investasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta percepatan transisi energi di Jawa Timur.

Salah satu pembahasan utama adalah rencana pembangunan pabrik melamin di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE). Fasilitas ini ditargetkan menjadi salah satu yang terbesar secara global.

“Rencananya akan dilakukan peletakan batu pertama untuk pabrik melamin berskala dunia di JIIPE, Gresik,” ujar Khofifah, Selasa (07/04/2026).

Selain sektor industri, Pemprov Jatim juga mendorong promosi pariwisata unggulan, khususnya kawasan Gunung Bromo, guna menarik kunjungan wisatawan asal Tiongkok. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas penetrasi pasar wisata internasional.

“Rencana kunjungan ke Bromo menjadi momentum penting agar destinasi ini semakin dikenal di tingkat global,” kata Khofifah.

Dalam aspek pengembangan SDM, kedua pihak membahas penguatan kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi. Skema kerja sama meliputi riset bersama hingga program peningkatan kapasitas bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jatim.

“Kami mendorong sinergi antara universitas di Tiongkok dan Indonesia, termasuk integrasi antara sektor bisnis dan pendidikan,” ujar Wang Lutong.

Wang menilai Jawa Timur memiliki daya tarik tinggi bagi investor Tiongkok. Ia menyoroti sejumlah investasi yang telah berjalan, terutama di sektor manufaktur seperti baterai kendaraan listrik dan industri kaca.

“Kami melihat banyak proyek kerja sama yang sudah terealisasi, termasuk di sektor baterai kendaraan listrik dan manufaktur kaca,” kata dia.

Di sektor energi, Pemprov Jatim mulai membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan energi baru terbarukan, khususnya pemanfaatan tenaga surya. Inisiatif ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi.

“Kita harus mempercepat peralihan dari energi fosil ke energi bersih. Komitmen bersama diperlukan untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060,” ujar Khofifah.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33