Kota Batu, Tagarjatim.id – Revitalisasi trotoar di Kota Batu kini tak lagi sekadar membenahi jalur pedestrian. Pemerintah Kota Batu mulai memberi sentuhan estetika untuk memperkuat wajah kawasan perkotaan, salah satunya melalui pemasangan lampu hias di sejumlah ruas jalan strategis.
Pemandangan baru tersebut mulai terlihat di sepanjang Jalan Sultan Agung sejak awal Januari 2026. Deretan tiang lampu berwarna hitam tampak berjajar rapi mengikuti jalur pedestrian yang baru saja dirampungkan.
Kehadiran lampu hias ini menjadi bagian dari tahap akhir revitalisasi trotoar, yang sebelumnya meliputi pemasangan concrete hingga stamped concrete.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa pemasangan lampu hias tidak hanya difokuskan pada satu ruas jalan. Seluruh kawasan yang masuk dalam program revitalisasi trotoar dipastikan mendapatkan fasilitas pencahayaan serupa.
“Selain Jalan Sultan Agung, lampu hias juga dipasang di Jalan Agus Salim, Jalan Brantas, Jalan Dewi Sartika, Jalan Ir Soekarno (depan SMPN 3 Kota Batu), serta beberapa ruas lain yang direvitalisasi,” ujar Alfi, Rabu (14/1/2026).
Secara teknis, jarak antar tiang lampu diatur sekitar 10 meter. Pengaturan ini dirancang untuk memastikan pencahayaan merata di sepanjang jalur pedestrian, sekaligus menghindari efek silau bagi pengguna jalan.
Desain dan penempatan lampu disesuaikan dengan konsep penataan trotoar yang aman, nyaman, dan ramah pejalan kaki.
“Pencahayaan ini kami rancang agar fungsional, tidak menyilaukan, tetapi tetap memberi nilai estetika,” jelasnya.
Meski belum merinci jumlah unit lampu yang terpasang, Alfi menegaskan bahwa pemasangan dilakukan menyeluruh di setiap titik revitalisasi. Seluruh ruas yang ditata akan dilengkapi pencahayaan sebagai bagian dari satu kesatuan konsep penataan kota.
Lebih dari sekadar pelengkap infrastruktur, lampu hias tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi pejalan kaki, khususnya pada malam hari. Di saat yang sama, pencahayaan artistik ini juga berfungsi mempercantik tampilan kawasan perkotaan.
“Ini bagian dari upaya menata wajah Kota Batu. Selain aman dan nyaman, kami ingin jalur pedestrian juga memiliki nilai visual yang mendukung citra Kota Batu sebagai kota wisata,” tegas Alfi.
Dengan trotoar yang lebih rapi, pencahayaan tertata, dan desain yang menyatu dengan lingkungan, ruang publik di pusat Kota Batu diharapkan semakin ramah pejalan kaki.
Tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang lebih menarik bagi wisatawan, terutama saat malam hari. Menguatkan identitas Kota Batu sebagai kota wisata yang nyaman, estetik, dan berkelanjutan.(*)




















