Kota Batu, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, berupaya keras mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi menjalarnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Untuk menangani kasus wabah PMK Pemkot akan mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membeli vaksin.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menyatakan penanganan kasus wabah PMK pada sapi harus segera diselesaikan. “Kota Batu adalah salah satu kota penghasil susu sapi dan peternakannya cukup tinggi. Jadi wabah ini harus segera ditangani, dan akan kita datangkan vaksin,” kata Aries, Kamis (2/1/2025).

“Kota Batu adalah salah satu kota penghasil susu sapi dan peternakannya cukup tinggi. Maka kami akan coba dengan BTT supaya kami bisa mendatangkan vaksin,” tegas Aries, Kamis (2/1).

Aries menjelaskan untuk mendatangkan vaksin pihaknya akan menyiapkan anggaran BTT untuk belanja vaksin PMK. Menurutnya, penggunaan BTT menjadi pilihan karena dari pemerintah pusat, Pemprov Jatim, maupun Kota Batu tidak menganggarkan alokasi vaksin PMK pada 2025.

Dia juga menyebut anggaran untuk menangani kasus tersebut akan dilakukan dengan pendampingan dari Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu. Tujuannya untuk memastikan penggunaan anggaran BTT sesuai regulasi.

“Merebaknya wabah PMK pada hewan ternak tidak boleh dibiarkan lama, harus cepat ditangani agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” ujar Aries.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, per 30 Desember 2024 tercatat ada temuan 3 ekor sapi milik warga terjangkit wabah PMK di wilayah Pendem dan Pesanggrahan.

 

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33