Kabupaten Malang – Sebanyak 2001 anak dan remaja di Kabupaten Malang Jawa Timur, terpapar penyakit Gondongan. Penyakit yang memicu pembengkakan kelenjar parotis akibat infeksi virus paramyxovirus itu menyerang anak-anak sejak Januari hingga September 2024.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Nur Syamsu Dhuha membenarkan maraknya kasus penyakit menular yang menyebabkan pembengkakan kelenjar parotis atau kelenjar terbesar dari tiga kelenjar ludah utama di area wajah bawah telinga. “Gondongan disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus. Proses penularannya pun sama dengan penularan flu, yaitu melalui percikan air liur atau ludah, batuk, dan bersin,” kata Nur Syamsu, kepada wartawan, Sabtu (2/11/2024).
Ia menjelaskan paling rentan tertular penyakit gondongan yakni anak – anak dan remaja mulai usia 2 sampai 14 tahun. Penyebabnya, faktor lemahnya daya tahan tubuh anak, sekaligus didukung kondisi cuaca panas serta perubahan suhu yang relatif naik saat ini.
“Kemudian, waktu anak di sekolah juga relatif lama, sehingga membuat resiko tertular besar,” jelasnya.
Menurut Nur Syamsu, dengan merebaknya penyakit gondongan, Dinkes telah berupaya mencegah penyakit gondongan dengan cara sosialisasi dan edukasi tentang parotitis atau gondongan di sekolah, serta melakukan surveilans aktif di sekolah melalui jejaring UKS.
Kemudian, menggunakan masker bagi warga sekolah yang ditemukan parotitis atau gondongan sampai dengan 7 hari setelah kasus terakhir sembuh. Anak – anak pun diwajibkan melakukan cuci tangan dan jaga jarak interaksi dengan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan yang sakit.
Nur Syamsu menambahkan anak yang mengidap penyakit ini dapat menyebarkan virusnya ke orang lain dalam kurun waktu 1–7 hari sebelum gejala muncul, namun tetap ada risiko menular dalam kurun waktu 5–9 hari setelahnya.
Jika wabah gondongan tetap terjadi, tidak menutup kemungkinan Dinkes akan merekomendasikan anak-anak untuk libur sekolah. Hal ini upaya untuk mengantisipasi menjalarnya penularan penyakit parotis tersebut.
Berdasarkan data Dinkes, kasus Gondongan yang diderita anak-anak dan remaja sejak Januari hingga September 2024, tercatat sebanyak 2001 kasus. Tapi dari jumlah tersebut kasus terbanyak di alami anak-anak.
Sementara berdasarkan data RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang pasien anak yang mengalami Gondongan sebanyak 3 anak di bulan September dan 1 anak di bulan Oktober. ”Jadi sekitar 81,9 persen atau 1.639 kasus dialami oleh anak-anak. Mayoritas menyerang anak anak-anak sampai remaja, dengan rentang usia 5-14 tahun,” pungkasnya.




















