Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Ledakan petasan terjadi di sebuah rumah warga di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (23/5/2026). Akibat peristiwa tersebut, seorang pria berinisial S (48) meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius.

Korban diketahui merupakan warga setempat. Ia sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kanjuruhan Kepanjen sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, insiden bermula ketika warga mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah korban sekitar pukul 11.15 WIB.

“Warga mendengar suara ledakan cukup keras dari dalam rumah korban. Setelah dicek, korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Laporan warga kemudian diteruskan ke Polsek Kepanjen. Petugas bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Malang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Bambang, petugas segera mengevakuasi korban ke rumah sakit dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

“Petugas segera melakukan penanganan di lokasi, mengevakuasi korban ke rumah sakit serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan satu ember berisi petasan berbagai ukuran di dalam rumah korban.

“Barang bukti berupa petasan berbagai ukuran telah diamankan. Saat ini penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan tersebut, termasuk menelusuri dari mana asal bubuk petasan yang digunakan korban,” jelas Bambang.

Akibat ledakan itu, korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kaki, tangan, dada, perut hingga wajah. Setelah menjalani penanganan medis sekitar dua jam, korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap asal-usul bahan petasan tersebut sekaligus memastikan ada tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Bambang menambahkan, penyidik sempat mengajukan permintaan visum dan autopsi untuk kepentingan penyelidikan. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Keluarga korban menerima peristiwa ini dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Meski demikian, penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian ini,” pungkasnya. (*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33