Sidoarjo, Tagarjatim.id – Di saat sebagian besar sekolah justru memundurkan aktivitas selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta di Kecamatan Taman, Sidoarjo, lebih memilih untuk memajukan jam operasional sekolah menjadi pukul 05.30 WIB. Kebijakan bertajuk “Sekolah Subuh” ini mewajibkan seluruh siswa untuk langsung memulai aktivitas belajar mengajar tepat setelah waktu subuh guna menghindari kebiasaan tidur kembali usai sahur.

Muhammad Arif Syaifudin, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Taman menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari inovasi program pembentuk karakter. Berbeda dengan sekolah pada umumnya yang memulai kelas pada pukul 07.30 atau 08.00 WIB, pihak sekolah memilih jam yang jauh lebih awal untuk mengubah pola hidup siswa selama bulan puasa.

“Kami ingin membiasakan anak-anak untuk langsung berkegiatan setelah salat Subuh. Harapannya, mereka terbiasa bangun pagi dan tidak terjebak pola tidur yang tidak sehat selama Ramadan,” ujar Arif, Rabu (25/03/2026).

Selain memajukan jam masuk, sekolah juga melakukan penyesuaian waktu pulang. Siswa dijadwalkan mengakhiri kegiatan di sekolah pada pukul 10.00 WIB. Pengaturan ini bertujuan agar siswa memiliki waktu istirahat siang yang cukup sebelum melanjutkan aktivitas ibadah di sore dan malam hari, sesuai dengan sunah untuk beristirahat di siang hari (Qailullah).

“Dipulangkan pukul 10.00. Harapannya nanti setelah kembali ke rumah atau yang tinggal di sekolah, itu bisa beristirahat sampai menjelang salat zuhur,” tambahnya.

Tak hanya perubahan jam belajar, sekolah ini juga menawarkan program “Intensif Ramadan”. Dalam program ini, siswa diberikan pilihan untuk menetap atau menginap di sekolah selama tiga pekan.

“Kami menawarkan untuk tinggal selama tiga pekan di sekolah. Sekolah sudah menyediakan ruang, ada lemari untuk menaruh barang anak-anak, ada juga matras untuk tidurnya yang difasilitasi sekolah,” tuturnya.

Tak hanya Sekolah Subuh, Spemduta juga menawarkan program Intensif Ramadan berupa layanan Mukim (menginap) di sekolah selama tiga pekan. Program ini mendapat respons positif dengan diikuti oleh 68 siswa dari total 500 peserta didik.

“Selama menetap di sekolah, para siswa menjalani rangkaian kegiatan ibadah yang terstruktur, mulai dari tadarus Al Quran dengan target khatam 30 juz, salat berjamaah, muhadlarah, hingga kajian kitab,” tegasnya.

Program ini disambut baik oleh para siswa. Nova Rangga, salah satu siswa kelas 9, mengaku bahwa belajar di sekolah membantunya lebih disiplin dibandingkan di rumah.

“Kalau di rumah, bangun sahur sering telat dan lingkungan untuk mengaji kurang mendukung. Di sini, kami terbiasa tadarus satu juz sehari. Kalau bareng-bareng teman, rasanya tidak berat,” ungkap Nova.

Pihak sekolah mengklaim bahwa kebijakan ini mendapat respons positif dari orang tua murid. Meski orang tua harus menyesuaikan jadwal untuk mengantar anak lebih pagi, program ini dinilai efektif dalam mencegah anak-anak menghabiskan waktu dengan bermain hingga larut malam setelah salat tarawih.(*)

iklan ucapan selamat hari bhayangkara dari tagarjatim.id
WhatsApp Image 2026-07-01 at 13.22.33