Kota Malang, Tagarjatim.id – Polresta Malang Kota menambah dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang sebagai dukungan nyata terhadap Asta Cita Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Dua SPPG tersebut berlokasi di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang yang telah beroperasi, serta di Jalan Ikan Gurami, Kecamatan Lowokwaru yang kini memasuki tahap akhir pembangunan.
Ground breaking SPPG Lowokwaru digelar Jumat (13/2/2026) dan dihadiri Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, unsur TNI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Malang, serta tamu undangan lainnya.
Kapolresta Malang Kota menyampaikan, progres pembangunan SPPG 2 telah mencapai 99 persen dan saat ini menunggu verifikasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pembangunan sudah mencapai 99 persen. Dan saat ini, kami tinggal menunggu verifikasi dari BGN,” jelas Kombes Putu Kholis.
Apabila verifikasi selesai, SPPG Lowokwaru ditargetkan segera beroperasi dan melayani hampir 2.000 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang.
Selain memperluas cakupan program MBG, kehadiran SPPG juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Polresta Malang Kota melibatkan warga sekitar Lowokwaru sebagai tenaga kerja, serta memprioritaskan pengadaan bahan baku dari pelaku usaha di Kota Malang.
“Untuk serapan tenaga kerja, kami memanfaatkan warga dari Lowokwaru. Termasuk belanja dan ketersediaan bahan baku, kami upayakan maksimal dari Kota Malang sehingga rantai pasok bisa maksimal,” ujarnya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebutkan, Pemkot menargetkan 85 SPPG berdiri di Kota Malang. Saat ini telah tersedia 61 unit, dengan 53 beroperasi, tujuh segera beroperasi, dan satu nonaktif.
Pemerintah Kota Malang juga mendukung percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna menjamin keamanan dan kualitas pangan yang disalurkan.
Dengan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, penambahan SPPG Malang ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan lokal, memperluas Program Makan Bergizi Gratis, serta mendukung visi pembangunan generasi sehat menuju Indonesia maju.(*)























